Pemkab Mojokerto Geber Pembangunan Jembatan Lebaksono Senilai Rp 9,6 Miliar
- VIVA Jatim/M Lutfi Hermansyah
Mojokerto, VIVA Jatim – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto menggeber pembangunan Jembatan Lebaksono di Kecamatan Pungging. Proyek ini menelan anggaran Rp 9,6 miliar dari APBD Kabupaten Mojokerto
Jembatan Lebaksono ini terletak di Desa Lebaksono, Kecamatan Pungging. Jembatan ini merupakan akses tiga kecamatan, yakni Pungging, Mojosari dan Ngoro.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin mengatakan, pembangunan jembatan Lebaksono ini dikerjakan CV Allanta Raya dengan nilai kontrak Rp 9.671.368.000
Sesuai kontrak pengerjaan m berlangsung 180 hari kalender, terhitung sejak Juli sampai 27 Desember 2025.
“Kami berharap pembangunan lancar tanpa kendala apa pun dan selesai tepat waktu,” kata Rinaldi, Selasa, 29 Juli 2025.
Pengerjaan proyek prioritas diawali dengan pembongkaran kontruksi jembatan lama. Nantinya, jembatan Lebaksono dibangun sepajang mencapai 60 meter dan volume lebar 7 meter.
Jembatan Lebaksono ini merupakan akses tiga kecamatan, yakni Pungging, Mojosari dan Ngoro. Akibat pembangunan, akses jembatan Lebaksono ditutup total.
DPUR Kabupaten Mojokerto telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan, Polres Mojokerto, Polsek Pungging dan Polsek Ngoro, tingkat kecamatan, Polres Mojokerto untuk menyiapkan jalur alternatif.
“Kami tidak membuat jembatan darurat. Karena kondisi sungai yang curam dan jembatan akan membentang terlalu panjang dan tinggi. Kami mengkhawatirkan keselamatan pengguna,” umgkapnya.
Rinaldi menambahkan, Jembatan Lebaksono ini dibangun dalam proyek Intruksi Presiden (Inpres) nomor 4 tahun 1980. Jembatan ini sangat penting untuk memperlancar mobilitas perekonomian masyarakat. Sehingga harus segera disentuh perbaikan di tahun ini.
"Pembangunan jembatan Lebaksano menjadi prioritas karena memang kondisinya mengkhawatirkan. Jembatan Lebaksono mempunyai peran vital dalam aktivitas ekonomi masyarakat, menjadi akses menuju ke pasar di Mojosari,” pungkasnya.