Dorong ASN dan PPPK Berkualitas, Fraksi PDIP Tekankan Pengembangan Karier Berbasis Kinerja

Komisi A DPRD Jawa Timur, Eko Yunianto
Sumber :
  • A Toriq A/Viva Jatim

Surabaya, VIVA Jatim – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur menyoroti pentingnya reformasi sistem penempatan dan pengembangan karier bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), menyusul pelantikan 4.172 ASN dan PPPK oleh Pemprov Jatim.

img_title Ansor Jatim Tuntut Bos Sound Horeg yang Bilang ‘Goblok’ Minta Maaf Langsung ke MUI Jatim

Melalui anggotanya di Komisi A, Eko Yunianto, menyatakan bahwa penempatan ASN perlu berbasis pada pemetaan bakat dan kompetensi, bukan sekadar formalitas. Ia menilai pelantikan ASN adalah awal dari tanggung jawab besar sebagai representasi negara di mata masyarakat.

Fraksi PDIP merekomendasikan agar Badan Kepegawaian Daerah (BKD) merancang sistem rotasi dan pengembangan karier yang tidak hanya berorientasi pada senioritas, melainkan juga memperhatikan passion dan capaian kinerja.

img_title Dilantik sebagai Wakil Ketua DPRD Gresik, Ini Kata Wongso Negoro

Eko juga mendorong para ASN untuk aktif mengembangkan diri melalui pelatihan dan workshop yang diselenggarakan BPSDM dan BKD, guna menjawab tantangan birokrasi modern yang semakin kompleks dan lintas sektor.

“Dunia birokrasi saat ini menuntut kemampuan lintas sektor. ASN harus terus belajar dan menjadi solusi, bukan beban,” kata Eko, Rabu 30 Juli 2025.

img_title Survei ARCI: Elektabilitas Demokrat di Jatim Naik Setahun Terakhir

Eko menyampaikan serangkaian pesan penting kepada para ASN baru. Lima nilai utama yang ia tekankan meliputi integritas, kompetensi, empati, disiplin, serta pemahaman terhadap tugas pokok dan fungsi (tupoksi). Ia menegaskan bahwa nilai-nilai ini bukan sekadar nasihat, tetapi fondasi karakter ASN masa depan.

"Sebagai pelayan publik, Anda adalah wajah dari negara. Integritas bukan pilihan, melainkan kewajiban," tegas Eko.

Ia juga menegaskan pentingnya menjauhi praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme dalam setiap aspek pelayanan publik.

"Jangan pernah meminta atau menerima gratifikasi. Etika harus dijaga, bahkan di luar jam kerja sekalipun. Masyarakat berharap Anda menjadi contoh," ujarnya.

Eko menambahkan bahwa ASN harus memiliki kemampuan beradaptasi dan komitmen dalam peningkatan kompetensi, agar pelayanan publik semakin optimal dan tidak membebani masyarakat.

"Birokrasi bukan tempat untuk mempersulit. Jadilah solusi, bukan beban. Layani dengan empati dan kecepatan,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya sikap humanis, kedisiplinan, serta loyalitas terhadap institusi dalam menjalankan tugas sehari-hari. “Patuhi jam kerja, jangan menunda pekerjaan, dan bertanggung jawablah pada setiap tugas. ASN harus menunjukkan kualitas kerja yang tinggi dan loyal terhadap institusi,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya
img_title