TNI Tunjukkan Taringnya, Terbongkar Aliran Dana OPM dan Dokumen Separatis

Barang bukti yang disita dari OPM
Sumber :
  • Viva

Papua, VIVA JatimKelompok separatis bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali berulah. Pasukan gabungan TNI kembali menunjukkan taringnya dalam operasi penindakan tersebut.

img_title Mengenal Daerah Penting bagi Burung dan Keanekaragaman Hayati di Papua

Dalam operasi yang digelar di dua lokasi berbeda di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, dua tokoh OPM berhasil dilumpuhkan. Tak hanya itu, TNI juga menemukan uang puluhan juta rupiah serta dokumen penting yang mengungkap aliran dana ilegal kelompok separatis tersebut.

Operasi berlangsung di Kampung Kunga, Distrik Ilaga dan Kampung Gunalu, Distrik Onerik, Kabupaten Puncak. Dari dua lokasi ini, TNI berhasil melumpuhkan dua anggota OPM yang selama ini dikenal aktif melakukan aksi teror.

img_title Papua Prioritas Energi Berkelanjutan, Rivqy Desak PLN Bergerak Lebih Serius

Keduanya adalah Lison Murib alias Limar Elas dan Alena Murib alias Alerid Murib, nama-nama yang sudah lama menjadi incaran aparat keamanan. 

Lison Murib, Buronan DPO Sejak 2020

img_title Semarak HUT RI ke-80, PTFI Gelar Tari Kolosal dan Aksi Sosial dari Hulu Papua Hilir Gresik

Lison Murib merupakan salah satu figur penting dalam jaringan OPM. Ia masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polri sejak April 2020 karena keterlibatannya dalam aksi penembakan warga sipil di area parkir gedung OB-1, Kuala Kencana, Mimika pada 30 Maret 2020. 

Pada 2021, ia kembali muncul di Kabupaten Puncak dan mengambil posisi sebagai Komandan Batalyon Kunga, memperkuat struktur militer kelompok separatis di wilayah pegunungan tengah Papua. 

Temuan Dana Puluhan Juta dan Bukti Jaringan Separatis

Dalam penggerebekan di dua lokasi tersebut, TNI mengamankan berbagai barang bukti, antara lain Uang tunai jutaan hingga puluhan juta rupiah, Senjata tajam (parang, panah), Lima unit handphone, Satu unit HT (handy talky), Satu unit teropong, Amunisi kaliber 5,56 mm dan 7,62 mm, Empat magazen, Dokumen pribadi dan komunikasi, Bendera Bintang Kejora, Cap stempel TPNPB, Dokumen permintaan dana kepada pemerintah dan masyarakat.

Temuan ini menguatkan dugaan bahwa kelompok OPM menjalankan praktik pemerasan dan penjarahan kepada masyarakat, termasuk melakukan tekanan kepada aparat pemerintah untuk mendapatkan dana demi kelangsungan operasional kelompok separatis.

TNI Tegaskan Profesionalisme dan Pendekatan Humanis

Kapuspen TNI, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, menegaskan bahwa seluruh tindakan dalam operasi ini dilaksanakan sesuai aturan dan prinsip profesionalisme TNI dalam menjalankan Operasi Militer Selain Perang (OMSP), sebagaimana diatur dalam UU No. 3 Tahun 2025 tentang perubahan atas UU No. 34 Tahun 2004 tentang TNI.

Halaman Selanjutnya
img_title