Jalan Tunjungan Surabaya Kini Bersih dari Kendaraan Parkir
- Dokumen Humas Pemkot Surabaya
Surabaya, VIVA Jatim – Anda yang biasa menggunakan Jalan Tunjungan saat beraktivitas di Kota Surabaya kini bisa sedikit bernapas lega. Kemacetan yang biasanya dialami para pengendara kini agak terurai setelah Pemerintah Kota (pemkot) setempat meniadakan parkir tepi jalan umum (TJU) di sepanjang jalan tersebut. Jalan-jalan pun jadi lebih nyaman.
Selain jalan utama, Jalan Tunjungan sejak dulu hingga sekarang juga jadi kawasan wisata. Kini dikenal dengan kawasan Wisata Tunjungan Romansa. Biasanya, bila malam jalan tersebut jadi tempat orang-orang, kebanyakan muda-mudi, untuk nongkrong dan bersantai ria. Banyak kuliner juga dijajakan dari perempatan Siola dan menyambung hingga Taman Apsari di Jalan Gubernur Suryo.
Sebelumnya, Jalan Tunjungan termasuk salah satu titik kemacetan di Kota Surabaya. terutama saat jam-jam sibuk. Karena itu, Pemkot Surabaya kemudian melakukan penataan dan evaluasi. Rapat koordinasi Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kota Surabaya digelar. Hasilnya, disepakati bahwa parkir TJU di kawasan tersebut ditiadakan.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, penataan Jalan Tunjungan yang dilakukan oleh pemkot pada akhir Juli lalu untuk mengurai kemacetan sekaligus untuk memanjakan pejalan kaki atau wisatawan. Dalam penataan tersebut, pemkot melalui Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satlantas Polrestabes Surabaya juga menertibkan parkir TJU.
“Dari hasil rakor bersama antara pemkot dan Satlantas Polrestabes Surabaya, sepakat meniadakan parkir TJU di Jalan Tunjungan pada 1 Agustus 2025. Selain mengurai kemacetan, juga agar pejalan kaki bisa menikmati Jalan Tunjungan,” kata Eri dalam keterangannya dikutip VIVA Jatim, Sabtu, 2 Agustus 2025.
Parkir TJU di Jalan Tunjungan.
- Dokumen Humas Pemkot Surabaya
Eri menambahkan, penataan parkir TJU di Jalan Tunjungan diharapkan bisa meningkatkan kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara. Tidak hanya itu, dia juga berharap adanya penataan ini bisa meningkatkan omzet pengusaha hingga seniman yang ada di kawasan Wisata Tunjungan Romansa.
“Tanpa ada parkir TJU saja, kecepatan kendaraan yang melintas merayap, apalagi ada parkir TJU, pasti lebih macet. Selain itu, yang mengkhawatirkan, yaitu penurunan omzet ketika ada event dan tampilan kesenian di Jalan Tunjungan. Ketika sudah ditata, maka diharapkan bisa meningkatkan pengunjung dan wisatawan ke depannya,” harapnya.