Warga Tuban Pasang Merah Putih di Kendaraan Lawan Fenomena One Piece

Pengemudi truk menunjukkan bendera merah putih yang diberi warga.
Sumber :
  • Viva Jatim/M Dhofir

Tuban, VIVA Jatim – Sejumlah warga Desa Prambontergayang, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, menggelar aksi unik dengan memasang bendera Merah Putih di kendaraan yang melintas. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk penegasan nasionalisme sekaligus menanggapi maraknya penggunaan bendera bertema One Piece yang belakangan memicu perdebatan.

img_title HRS - Dudung Tegang, Habib Mahdi Kherid Ajak Kedepankan Persatuan

Aksi tersebut berlangsung pada Selasa, 5 Agustus 2025. Warga secara kompak bergotong royong membawa bendera dan menghentikan kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, dengan cara yang sopan. Ratusan kendaraan kemudian dipasangi bendera Merah Putih sebagai simbol kebanggaan terhadap negara.

“Aksi ini spontan dilakukan sebagai bentuk cinta kami kepada negara. Kami ingin menunjukkan bahwa simbol negara tidak bisa dibandingkan dengan apa pun, termasuk bendera tokoh fiksi," ujar Kadir, salah satu warga yang ikut dalam aksi, Selasa, 5 Agustus 2025.

img_title Hening 60 Detik di Jalanan Sidoarjo untuk Mendoakan para Pahlawan

Hal senada disampaikan Suhardana, warga lainnya. Ia menyebut, aksi ini lahir dari kesadaran masyarakat untuk menjaga kehormatan lambang negara. 

"Ini bentuk kepedulian kami terhadap bangsa dan simbol negara," katanya.

img_title Bupati Tulungagung Imbau Warganya Pasang Bendera Merah Putih di Setiap Hari Kesaktian Pancasila

Kepala Desa Prambontergayang turut mengapresiasi inisiatif warganya. Ia menyebut aksi tersebut mencerminkan semangat nasionalisme yang tinggi, terlebih menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI.

"Alhamdulillah, semangat nasionalisme masyarakat Prambontergayang sangat tinggi. Ini menjadi contoh positif dalam menyongsong Hari Kemerdekaan," ucapnya.

Sebelumnya, sempat beredar viral di media sosial penggunaan bendera bertema One Piece, yang memicu pro dan kontra di tengah masyarakat. 

Aksi warga Prambontergayang menjadi respon atas polemik tersebut dengan menegaskan pentingnya menjaga dan menghormati simbol resmi negara.