Kucing-kucingan Pengedar Narkoba di Trenggalek, Dipantau di Pesisir Geser ke Kota
- Madchan Jazuli/Viva Jatim
Trenggalek, VIVA Jatim – Pengedar narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya (narkoba) di Kabupaten Trenggalek beraksi laiknya kucing di Kabupaten Trenggalek. Dalam bergerak, mereka juga memantau tindakan pencegahan dan pengawasan oleh aparat penegak hukum. Begitu diawasi di kawasan pesisir, pengedar bergeser ke kawasan kota.
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Trenggalek Ajun Komisaris Besar Polisi Wiji Rahayu mengatakan, peredaran narkotika di Trenggalek semula berpusat di pesisir. Karena itu pihaknya bersama kepolisian melakukan tindakan pencegahan dan penindakan secara maksimal di kawasan pantai.
Namun, selama 6 bulan terakhir di tahun 2025 ini, para pengedar narkotika rupanya menggeser wilayah operasinya ke kawasan kota, setelah kawasan pesisir ketat. “Kita gencarkan disana, sekarang kasus belakang pindah ke kota,” kata Wiji pada Rabu, 6 Agustus 2025.
“Kalau balon ditekan, sisi yang lain pindah. Sekarang sudah melebar pindah ke kota, ada dua kasus yang melibatkan di wilayah dataran," imbuhnya.
Selama November 2024 hingga Juli 2025, ada 15 kasus narkotika yang berhasil diungkap BNN Trenggalek. Belasan kasus itu diungkap di wilayah kerja BNN Trenggalek, yakni di Trenggalek, Pacitan, dan Ponorogo.
“Total ada 15 sejak saya menjabat November 2024 sampai Juli 2025. Kalau tidak salah Pacitan 2, Ponorogo 2 sisanya di Trenggalek. Sebelum saya menjabat, sekitar tahun sebelumnya, juga tidak beda jauh angkanya. Sekitar itu,” tandas Wiji.
Selain penindakan, upaya pencegahan juga gencar dilakukan BNN Trenggalek. Di antaranya menyadarkan masyarakat tentang bahaya narkotika melalui ruang edukasi. BNN juga sudah menetapkan Desa Malasan, Kecamatan Durenan, sebagai salah satu Desa Bersinar.
Koordinasi dengan kepala dan perangka desa telah dilakukan untuk memastikan program edukasi dan pencegahan berjalan optimal. Wiji juga berpesan pentingnya kesadaran masyarakat agar menjauhi narkoba.
"Jangan pernah mencoba dan selalu waspada terhadap lingkungan sekitar. Tawaran manis narkoba selalu ada, tetapi dampaknya hanya membawa kerugian bagi kesehatan, ekonomi, dan keluarga," kata Wiji.