Anak Penjual Cireng di Bojonegoro Lahir Tanpa Anus: Ginjal Bengkak, 2 Tahun Nunggu Antrian Operasi
- VIVA Jatim/Imron Saputra
Bojonegoro, VIVA Jatim – Seorang balita berinisial NIK (2) asal Desa Tapelan, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro didiagnosis menderita hidronefrosis atau penyakit yang membuat ginjalnya membengkak dan perutnya membesar.
Putra kedua pasangan suami istri Juli Astutik (30) dan Moch Siswanto (40) ini juga terlahir tanpa anus sehingga harus menjalani operasi pada usia dua bulan. Namun, hingga dua tahun menunggu antrean, sampai sekarang belum juga dioperasi.
Astutik sendiri hanyalah pedagang cireng yang berjualan di lapak kecil depan rumahnya, sementara suaminya Siswanto hanya bekerja sebagai kuli bangunan.
Astutik menceritakan, sejak mengandung 5 bulan dokter telah mendiagnosis ada kelainan pada bayi yang ada di perutnya sehingga proses persalinan pun ditangani dokter di RSUD Sosodoro Bojonegoro.
Setelah lahir, anaknya tidak memiliki anus, sehingga dilakukan operasi untuk membuat saluran. Pihak rumah sakit kemudian merujuk bayinya untuk mendapatkan penanganan di RSUD Kediri yang melayani bedah bayi.
"Setelah operasi pertama NIK malah tidak dapat buang air kecil secara normal dan dokter harus melakukan pemasangan kateter sebagai alat bantu. Total sudah 6 kali melakukan operasi," kata Astutik, Minggu 10 Agustus 2025.
Ia menjelaskan, pada Desember 2023 lalu harusnya putranya menjalani operasi lanjutan untuk membuat saluran pencernaan. Namun, hingga 2025 ini operasi tak kunjung dilakukan dengan alasan masih menunggu antrean.
Kini Astutik dan suaminya hanya bisa berharap agar anaknya segera dioperasi dan bisa kembali sehat dan normal seperti anak pada umunya.
Hingga berita ini ditulis belum ada keterangan dari instansi terkait terkait penangan medis balita tersebut.