Pasutri Ditemukan tak Bernyawa di Dalam Rumah, Diduga Minum Racun

Olah TKP Penemuan Pasutri Tewas di Rumahnya
Sumber :
  • Madchan Jazuli

Tulungagung, VIVA Jatim-Warga Dusun Krajan Desa Panggungkalak Kecamatan Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung digemparkan dengan meninggalnya pasangan suami-istri (pasutri). Mereka adalah SM (57) SG (50).

img_title Cabdin Pendidikan Tulungagung-Trenggalek Kenalkan Pendekatan Berbasis Data untuk Sekolah

Kanit Reskrim Polsek Pucanglaban, Ajun Inspektur Polisi Satu Bilal Ahmar mengungkapkan kronologi kejadian. Penemuan dua mayat pasutri tersebut berawal dari kecurigaan sang keponakan dengan kondisi rumah korban yang masih tertutup rapat. Pun juga lampu di depan rumah masih menyala meski sudah menunjukkan pukul 08.00 WIB.

Akhirnya, keponakan yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) memberanikan diri untuk membuka pintu rumah. Ternyata tidak terkunci dan mendapati keduanya sudah tergeletak di lantai.

img_title Kejaksaan Negeri Kota Kediri Musnahkan Barang Bukti dari 51 Perkara Tindak Pidana Umum

"Ternyata pintunya tidak dikunci dia masuk dan dilihat ada dua orang tergeletak sejajar. Akhirnya memanggil warga sekitar, lalu bersama-sama dicek ternyata mereka sudah meninggal akhirnya dilaporkan ke kepolisian," ujar Aiptu Bilal Ahmar, Minggu, 10 Agustus 2025.

Aiptu Bilal menambahkan pada tubuh pasutri tersebut tidak ditemukan luka akibat benda tumpul maupun tanda-tanda kekerasan lainnya. Hasil penyelidikan dugaan sementara keduanya menenggak racun sehingga menyebabkan meninggal.

img_title Buron 3 Tahun, Pelaku Persetubuhan Anak di Lamongan Ditangkap Saat Pulang ke Rumah Orang Tua

"Hasil penyelidikan sementara diduga minum racun. Barang bukti menemukan dua botol satu botol sudah habis, satu tinggal sedikit," katanya.

Sementara untuk motif Polsek Pucanglaban diduga karena faktor ekonomi.

Salah satu adik ipar korban yang enggan disebut namanya mengaku masih bertemu korban malam harinya. Saat itu tidak ada hal yang mencurigakan dari mereka.

"Kalau bertengkar tidak pernah selama ini. Usia pernikahannya 5 tahun, yang perempuan asal Blitar punya anak satu," paparnya.

Sang adik ipar kaget ketika mendapatkan kabar bahwa saudaranya meninggal dunia. Ia pun bergegas pulang dan mengecek kebenaran informasi tersebut.

Pengamatan di lapangan, Tim Inafis Polres Tulungagung saat tiba di TKP langsung memberikan garis line supaya warga tidak mendekat. Polisi baru selesai melakukan olah TKP pukul 13.00 WIB.

Usai Tim Inafis melalukan pengumpulan barang bukti, jenazah diserahkan ke pihak keluarga. Tetangga sekitar beserta kerabat langsung melakukan pemulasaraan jenazah untuk dimandikan dan dikebumikan.