DPR Sebut Pemerintah Memiliki Kepedulian Besar terhadap Masa Depan Anak-Anak
- Istimewa
Surabaya, VIVA Jatim-Anggota Komisi IX DPR RI, Indah Kurnia Kurniawati menyebut pemerintah memiliki kepedulian besar terhadap masa depan anak-anak Indonesia. Karena itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) salah satu langkah mempersiapkan generasai bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Indah mengatakan asupan gizi yang bagus akan sangat bermanfaat dalam membentuk SDM unggul, profesional dan berkualitas. Selain itu juga untuk mendorong generasi akan datang mempunya daya saing yang tangguh.
"MBG bukan sekadar membagikan makanan untuk anak-anak, namun bentuk kepedulian nyata pemerintah terhadap masa depan anak-anak Indonesia,” ujar Indah Kurnia dalam sosialisasi MBG di Balai Warga RW 07, Balasklumprik dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 14 Agustus 2025.
Indah menekankan tentang pentingnya gizi seimbang sejak usia dini. Karena itu adalah kunci mencegah stunting dan membentuk generasi unggul. Menurutnya, MBG adalah langkah penting dan investasi jangka panjang untuk menciptakan anak-anak yang sehat, cerdas, dan siap menghadapi masa depan.
Perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) Teguh Suparngadi menyampaikan program MBG difokuskan untuk anak-anak sekolah, ibu hamil dan menyusui, dan balita. Mereka dinilai paling membutuhkan asupan gizi yang cukup.
“Dengan memenuhi kebutuhan gizi mereka sejak dini, MBG juga menjadi langkah nyata dalam mencegah dan mengantisipasi angka stunting di masa depan untuk mencapai Generasi Indonesia Emas 2045,” kata Teguh.
Selain itu, program MBG juga dirancang untuk meningkatkan perekonomian warga lokal dengan terlibat aktif di dapur sehat atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Warga sekitar, terutama pelaku UMKM, dilibatkan langsung mulai dari penyedia bahan baku, pengolah makanan, hingga tenaga kerja.
“Dengan cara ini program MBG tak hanya memberi manfaat kesehatan bagi anak-anak, tapi juga membuka peluang kerja dan mendorong kesejahteraan masyarakat di sekitarnya,” lanjutnya.
Oleh karena itu BGN mengimbau kepada masyarakat terlibat dalam program ini. Dan jika ingin menjadi mitra agar mendaftarkan diri di portal resmi BGN tanpa biaya apapun.
Provinsi Jatim ditargetkan memiliki 421 buah SPPG dan 1.473.500 penerima manfaat. Surabaya yang merupakan ibukota Provinsi Jawa Timur juga masih jauh dari jumlah ideal terhadap permasalahan gizi.