Petani Tebu Jatim Tagih Janji Pemerintah Soal Dana Beli Gula

Para petani tebu di Surabaya
Sumber :
  • Viva Jatim/M Dhofir

Surabaya, VIVA JatimRatusan petani tebu Jawa Timur mendesak pemerintah merealisasikan janji pencairan dana Rp 1,5 triliun dari Danantara untuk membeli gula petani. Janji itu diharapkan menjadi jalan keluar dari krisis penyerapan 76.700 ton gula yang kini menumpuk di gudang-gudang.

img_title Mentan Amran Sebut MBG Program Hebat: Jangan Diganggu!

Sekretaris Jenderal DPP Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), Sunardi Eko Sukamto mengatakan, kondisi ini membuat operasional petani di Jatim lumpuh.

"Kami sudah kewalahan luar biasa. Jadi sulit meneruskan tebang angkut dan pembiayaan di kebun kami sudah putus-putus bahkan beberapa pabrik gula ini sudah tidak bisa giling sebagian dan sisi lain gudang gulanya juga penuh karena gula tidak keluar,” kata Sunardi di Surabaya, Jumat, 15 Agustus 2025.

img_title Mentan Amran Sebut Indonesia Surplus Beras Saat Dunia Krisis Pangan

Ia lalu mengancam apabila janji Menteri Pertanian soal dana beli gula melalui Danantara tak terealisasi, petani akan mogok massal dan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran.

"Kalau dana itu tidak cair dan pemerintah tidak serius merawat petani, maka Indonesia hanya mimpi swasembada gula," ujarnya.

img_title Menteri Amran : 1 Juli 2026 Indonesia Setop Impor Solar, Ganti Biodiesel Sawit

Sunardi menegaskan seluruh DPC APTRI di Jatim satu suara menuntut pemerintah segera bertindak karena selama 8 periode masa panen tebu dana tak kunjung cair.

Dewan Pembina DPD APTRI, Arum Sabil, juga meminta pembelian gula petani segera dilakukan. Menurutnya, petani gula adalah penggerak ekonomi pedesaan.

"Ini tidak bisa menunggu, saya berharap pemerintah siapapun yang punya kewenangan untuk segera direalisasikan janjinya," imbuhnya.

Arum mengingatkan dampak buruk panjangnya birokrasi yang menghambat pencairan dana. Selain menurunkan semangat petani menanam tebu juga berdampak pada psikologis pasar gula.

"Kan Rp 1,5 triliun itu tidak cuma-cuma. Pemerintah punya gula untuk dijual kembali ke pasar," singkatnya.

Begawan perkebunan, Soedjai Kartasasmita, menilai kondisi industri gula Indonesia paradoksal. Oleh sebab itu, pemerintah diharapkan segera mencari solusi terbaik atas permasalahan ini.

"Pada satu sisi Indonesia negara importir gula terbesar di dunia, namun pada lain sisi harga gula petani tidak laku dijual. Sebaiknya dicarikan solusi sebelum para petani tebu mengadakan demo," tutup Soedjai.