Mengintip Keseruan Lomba Tangkap Ayam di Lapas Mojokerto, Meriah dan Bikin Napi Bahagia
- Viva Jatim/M Luthfi
Mojokerto, VIVA Jatim – Suasana meriah mewarnai Lapas Kelas IIB Mojokerto pada Jumat, 15 Agustus 2025. Sebab, para narapidana (napi) atau warga binaan pemasyarakatan (WBP) mengikuti lomba tangkap ayam dengan mata tertutup.
Yang membikin heboh, peserta harus memakai daster dan penutup kepala saat mengikuti lomba tersebut. Sehingga, mereka harus fokus menggunakan indera pendengar agar bisa menangkap ayam yang dilepas di tengah arena.
Namun yang terjadi, bukannya berhasil menangkap ayam, tapi sering salah memeluk lawannya. Melihat pemandangan tersebut, semua penonton tertawa lepas.
Tak jarang gelak tawa dan sorai-sorai terdengar ketika para WBP berlaga dalam lomba tangkap ayam ini.
Kepala Lapas Mojokerto Rudi Kristiwan mengatakan, saat ini terdapat 972 napi dan tahanan. Mereka menempati 32 kamar tahanan. Setiap kamar tahanan mengeluarkan dua jagoan untuk bertanding lomba 17-an. Bahkan, petugas Lapas Mojokerto juga ikut bermain.
“Kegiatan ini juga sebagai sarana hiburan buat warga binaan supaya mereka senang, mereka happy. Walaupun menjalani pidana, tetapi tetap ada semangat kemerdekaan dan kebahagian hati warga binaan,” kata Rudi.
Rudi menyampaikan, perlombaan tersebut digelar sekaligus untuk menghibur para WBP agar tidak stres dalam menjalani hukuman.
“Kami ingin suasana lapas Mojokerto seperi kampung halaman mereka masing-masing,” ujarnya.
Selain tangkap ayam dengan mata tertutup, Lapas Mojokerto juga menggelar aneka lomba lainya. Di antarannya, tarik tambang, futsal bersarung, yel-yel, kebersihan kamar, azan, kultum, karaoke dan memasukkan air ke dalam botol.
“Hadiahnya kami siapanya untuk juara satu dan dua berupa sembako. Seperti kopi, mie instan, perlengkapan mandi,” ungkap Rudi.
Salah satu WBP, Andika Jono Prayoga (30) mengaku senang mengikuti berbagai lomba ini. Ia telah mengikuti lomba memasukkan air ke dalam botol, tangkap ayam dengan mata tertutup dan karaoke.
“Perasaan senang sekali bisa diajak lomba. Untuk lomba nyanyi saya masuk final,” kata tahanan kasus narkoba ini.
WBP lain, Dwi Nur Rahayu (28) juga mengaku perlombaan dalam rangka HUT RI tahun 2025 ini lebih seru dibanding tahun sebelumnya. Karena tahun ini lebih banyak dan variatif