Gubernur Khofifah Berangkatkan 361 Tim Ekspedisi 80 Arjuno

Pelepasan Ekspedisi 80 Arjuno
Sumber :
  • Pemprov Jatim

Surabaya, VIVA Jatim-Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberangkatkan 361 Tim Ekspedisi 80 Arjuno dalam rangka HUT RI ke-80 dari halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat, 15 Agustus 2025.

img_title Daftar Pengurus PBNU 2026-2031, Khofifah Jabat A'wan, Eks Rektor UINSA Tak Masuk Struktur

Khofifah juga menyerahkan 200 bibit cemara gunung dan 50 bibit eucalyptus kepada dua orang perwakilan pendaki yang akan ditanam di ketinggian 2000 MDPL.

Tim ekspedisi ini akan mendaki Gunung Arjuno untuk melakukan upacara pengibaran bendera merah putih memperingati detik-detik proklamasi kemerdekaan RI yang ke-80 Tahun 2025 , di area Pasar Dieng. Selesai upacara dilanjutkan mengibarkan bendera Merah Putih sepanjang 80 meter di puncak Gunung Arjuno.

img_title Oktober-November 2026, Ada Program Pemutihan Denda Pajak Kendaraan Bermotor di Jatim, Ini Caranya

Disamping itu Masyarakat bersama Tim Tahura Raden Suryo juga melakukan upacara bendera di beberapa bukit di area Tahura R Soeryo di antaranya di Bukit Semar ( 933 mdpl), bukit Watu Jengger ( 1.100 mdpl) , bukit Cendono ( 1.131 mdpl), gunung Pundak ( 1.585 mdpl) , bukit lincing ( 1.860 mdpl), sekaligus melaksanakan berbagai kegiatan konservasi.

Seperti menanam cemara gunung dan eucalyptus, sehingga pada saat yang sama tumbuh aliran atau sumber air yang salah satunya bisa diambil dari Gunung Arjuno.

img_title Gubernur Khofifah Dorong PW IPPNU Jawa Timur Perkuat Kaderisasi

"Betapa makna sumber air begitu berharga bagi masyarakat utamanya di 5 dusun wilayah Singosari. Sehingga panjenengan yang akan menanam menjadi embrio sumber air berikutnya," ujarnya saat sambutan.

Ia menjelaskan Pemprov Jatim beberapa kali melakukan Aeroseeding untuk menebar benih yang dinilai tidak mudah. Karena prosesnya harus mendapat persetujuan dari KSAU sebab dalam menebar bibit menggunakan pesawat Angkatan Udara. Termasuk peta dari Perhutani karena setiap area bibitnya berbeda-beda.

"Mencari benih tidak mudah dan mengumpulkan kurang lebih 1 tahun. Maka menanam yang panjenengan lakukan bentuk mencintai Indonesia dan mencintai alam," kata Khofifah.

Menurut Khofifah, penanaman bentuk perjuangan zaman sekarang. Sebab konsep perjuangan saat ini berbeda dengan dulu, di mana perjuangan ditunjukkan dengan melakukan konservasi. Salah satunya menanam Cemara gunung dan eucalyptus.

"Bakti kita untuk masyarakat, bangsa dan negara dengan menanam sekaligus melakukan upacara untuk mengobarkan merah putih," ungkapnya.

"Semoga yang ditanam, tumbuh dengan baik, sehingga menjadi sumber air baru dan memberikan kehidupan bagi masyarakat," tuturnya.

Halaman Selanjutnya
img_title