Viral 14 Siswa Baru SDN Candipari 2 Porong Sidoarjo Dipindah gegara Kelebihan Kuota
- Ahaddiini HM/VIVA Jatim
Sidoarjo, VIVA Jatim – Kabar tentang belasan siswa baru Sekolah Dasar Negeri (SDN) Candipari 2, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, dipindah oleh pihak sekolah viral di media sosial. Pihak sekolah beralasan mereka dipindah karena kelebihan kuota.
Total ada 14 siswa baru SDN Candipari 2 yang dipindah ke sekolah lain. Kabar tersebut tersiar luas setelah wali murid menyampaikan keresahannya, karena pemindahan dinilai secara sepihak dan setelah kegiatan belajar mengajar telah berjalan beberapa bulan.
Salah satu orangtua siswa, Dandi, mengaku kaget karena pemindahan tersebut tidak diawali dengan musyawarah dengan wali murid terlebih dahulu. Pemberitahuan pun tidak disampaikan oleh pihak sekolah.
Dandi mengaku orang tua siswa mengetahui hal tersebut setelah diundang rapat oleh pihak sekolah dan langsung diputuskan untuk memindah 14 siswa baru ke sekolah lain. “Awalnya anak saya sudah diterima di sini, tiba-tiba diminta pindah tanpa adanya musyawarah," ujarnya.
Menanggapi itu, Kepala SDN Candipari 2 Susanto menjelaskan, pemindahan belasan siswa baru itu terpaksa dilakukan karena terjadi kelebihan kuota siswa pada penerimaan siswa baru. “Dari 28 kuota siswa baru yang ada, pihak sekolah menerima sekitar 42 siswa,” katanya kepada wartawan, Selasa, 19 Agustus 2025.
Akibatnya, sebanyak 14 siswa baru terpaksa dipindah ke sekolah lain. Dari 14 siswa yang akan dipindah, tiga di antaranya menolak dan tetap bertahan di SDN Candipari 2.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo, Tirto Adi, menjelaskan bahwa sekolah harus mematuhi pagu resmi yang sudah diumumkan melalui website resmi karena jika melebihi kuota, yang dikhawatirkan data siswa tidak dapat masuk data pokok pendidikan (dapodik).
Jika itu terjadi dan siswa tersebut tidak dipindah hingga kelas enam, maka ijazah siswa tidak akan keluar. “Sebagai solusi, para siswa tersebut dialihkan ke tiga sekolah. Tujuh siswa dipindahkan ke SDN Candipari I, enam siswa ke SDN Pesawahan, dan satu siswa ke SDN Wunut I,” kata Tirto.