Terima Tamu Guru SMAN 82 Jakarta, Mas Dhito Kenang Momen Belasan Tahun Silam
- Prokopim Kediri
Kediri, VIVA Jatim – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana bersama istri Eriani Annisa Hanindhito seperti mengulang kembali kenangan belasan tahun silam. Pasalnya, kedunya kedatangan tamu perwakilan dari guru SMAN 82 Jakarta untuk mengundang sang bupati.
Kenangan itu terajut kembali ketika perwakilan guru dari sekolah yang menjadi almamater keduanya datang di Kantor Pemkab Kediri. Obrolan hangat kian terasa diantara guru dan alumni ini, seakan mengajak untuk mengulang memori saat duduk di bangku SMA.
Di tengah obrolan, keduanya pun dihubungkan melalui video call dengan guru-gurunya dulu. Bahkan, ada pula yang menitipkan salam, termasuk dari satpam sekolah. Suasana kearaban itu menuntun pada kenangan-kenangan yang dulu pernah dilalui.
Bupati yang kerap disapa Mas Dhito ini mengaku bersyukur bisa mengenyam pendidikan di bangku SMAN 82 Jakarta. Ia lulus tahun 2010. Di sekolah ini ia mengenal Eriani Annisa hingga menjadi istrinya.
"Di sekolah itu saya bertemu dengan istri saya dan alhamdulilah sampai hari ini kami dikaruniai dua orang anak," kenang Mas Dhito diterima VIVA Jatim, Rabu, 20 Agustus 2025.
Bupati yang hobi vespa ini tidak menyangka bakal kedatangan tamu guru-guru SMA tempat dia dan istri bersekolah, karena sebelumnya tidak ada komunikasi. Kehadiran mereka tidak lain untuk mengundang di acara pentas seni dan kreatif atau Kresikars Reborn 2025 yang akan diselenggarakan di GOR Gelora Bung Karno di 27 September 2025, mendatang.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana didampingi istri Eriani Annisa Hanindhito berfoto bersama perwakilan guru SMAN 82 Jakarta
- Prokopim Kediri
Mas Dhito mengaku banyak kenangan indah lahir di SMA Negeri 82 Jakarta, pun juga kenanagan mengenal Eriani Annisa sewaktu duduk di akhir kelas 2 SMA. Lalu, saat nongkrong bersama teman SMA di wartam sebutan untuk warung depan taman sekolah.
Ditambah lagi dengan sosok guru wali kelas yang dinilai sangat ditakuti oleh seluruh siswa. Pun ditakuti, guru yang biasa disapa Mas Dhito dengan sebutan Bu Iwen itu dinilai sangat perhatian sekaligus meninggalkan kesan khususnya bagi dirinya.
"Saat ini sudah pensiun, tapi guru itu adalah guru yang betul-betul sangat berkesan bagi saya, saya punya rasa hormat dan respect sama beliau," jelasnya.