Ada Puluhan Titik Proyek Penggalian Kabel Telkom di Mojokerto, Polisi Minta Sesuai SOP
- M. Lutfi Hermansyah
Mojokerto, VIVA Jatim - Belakangan ramai isu mafia kabel Telkom di Mojokerto. Namun, isu tersebut dibantah baik oleh Telkom dan PT Putri Ratu Mandiri (PRM) selaku pelaksana proyek.
Setidaknya ada 40 titik penggalian kabel tembaga Telkom di Mojokerto oleh PT Putri Ratu Mandiri (PRM). Dan pihak kepolisian meminta pengerjaan dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
Kordinator Pelaksana Lapangan PT PRM Sholahudin Ayubi memastikan penggalian kabel Telkom di Mojokerto legal. Karena PRM telah mempunyai kontrak kerja dengan PT Telkom pusat.
Ayubi mengatakan setiap melalukan pekerjaan, PT PRM mempunyai nota dinas dan surat izin masuk lokasi (Simlok) dari Telkom, rekom teknis untuk pencabutan kabel Telkom dari instansi yang berwenang atas ruas jalan tersebut, serta surat tanda terima pemberitahuan (STTP) dari kepolisian.
“Kami memiliki dokumen legalitas yang sah. Semua pekerjaan didampingi Telkom, PU, Polsek, dan Korem. Di Mojokerto Raya kami mempunyai nota dinas sekitar 40 titik. Kami rencanakan untuk area Mojokerto Raya selesai November 2025," jelasnya, saat dikonfirmasi wartawan, Kamis, 21 Agustus 2025.
PT PRM menggali kabel Telkom di Jalan Gempol-Mojokerto, Jalan Watudakon, Jalan Raya Bangsal, Jalan Bangsal-Mojoanyar, Jalan Sumolepen, Jalan Kedungsari, Jalan Al Azhar, Jalan Baraba, Jalan Ken Arok, Jalan Raya Meri, Jalan RA Basuni, Jalan Residen Pamudji, Jalan Pandanarum, Jalan Tanggul, Jalan Tangunan, dan Jalan Raya Badung.
Kemudian di Jalan Raya Mojokerto-Mojosari, Jalan Riyanto, Jalan Kenti Jono, Jalan Kedungmaling, Jalan Gemekan-Jampirogo, Jalan Lengkong, Jalan Raya Perjuangan, Jalan Blooto, Jalan Raya A Yani Mojolegi, Jalan Raya Kebonsari, Jalan Sumobito, Jalan Janti-Mojoagung, Jalan Jonggrong, Jalan JA Suprapto, Jalan Yos Sudarso dan Jalan Basuki Rahmat.
Juga di Jalan Mayjen Sumadi, Jalan Raya Dlanggu, Jalan Jenderal A Yani, Jalan Jenderal Soedirman, Jalan Kakaktua, Jalan Wijayakusuma, Jalan Jenderal Soedirman, Jalan KH Nawawi, Jalan Prapanca, Jalan Rowo, serta Jalan Raden Wijaya.
Setelah digali, lanjut Ayubi, kabel Telkom dikuliti, lalu dijual berupa tembaga untuk didaur ulang. Pengggalian dilaksanakan mulai pukul 20.00 WIB sampai 05.00 WIB. Jumlah pekerja yang dikerahkan bervariasi tergantung tingkat kesulitan medan penggalian yakni 20-40 orang.