Salurkan Bansos Rp 4,9 Miliar di Sidoarjo, Khofifah Minta Tidak Dibuat Judol

Penyaluran Bansos di Sidoarjo.
Sumber :
  • Ahaddiini HM

Sidoarjo, VIVA Jatim- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan sosial (bansos) senilai Rp 4,9 miliar. Ini merupakan titik ke-27 dari 38 kabupaten/kota penyaluran Bansos Pemprov Jatim.

img_title Diserahkan ke Lanudal Juanda, Taman Pintar Juanda JAPFA Diharapkan Jadi Ruang Edukasi

Ia menjelaskan penyerahan bansos untuk Kabupaten Sidoarjo dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur berasal dari tiga sumber yakni Dinas Sosial (Dinsos) Jatim, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Jatim, serta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jatim.

"Bansos dari Dinas Sosial Jawa Timur meliputi Program Keluarga Harapan (PKH) Plus Rp 1,21 miliar untuk 608 keluarga penerima manfaat (KPM), Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) Rp 280 juta untuk 78 orang," jelasnya, Jumat, 22 Agustus 2025.

img_title Polda Jatim Turun Tangan Kejar Pembunuh Sekretaris DPRKP Bangkalan

Lebih lanjut, Khofifah menjelaskan Bantuan langsung tunai (BLT) Pekerja Rokok sebesar Rp 1,39 miliar untuk 1.057 buruh. Kemudian KIP Inklusif Produktif Rp 3 juta per orang untuk 195 orang. Lalu Bantuan Mobilitas Lansia Rp 57 juta untuk 14 penerima, dan Tali Asih Pilar Sosial (Tagana, TKSK, dll) Rp 431 juta untuk 114 orang.

Selain itu juga dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Jawa Timur meliputi bantuan total Rp 920 juta untuk sembilan desa, meliputi BUMDes, Desa Berdaya, dan Desa Jatim Sejahtera (JAWARA). Adapun dari BUMD Pemprov Jatim berupa zakat produktif Rp 25 juta untuk 50 pelaku usaha mikro.

img_title 120 Anak PMI dari Malaysia dan Arab Saudi Sekolah di Jatim, Khofifah: Investasi Masa Depan Bangsa

Khofifah menyampaikan bansos ini tidak hanya bersifat bantuan terhadap orang lain (charity) tetapi juga pemberdayaan. Salah satunya adalah Program KIP Jawara (Kewirausahaan Inklusif Produktif) untuk kelompok rentan seperti ibu tunggal dan warga yang kehilangan tulang punggung ekonomi keluarga.

"Program ini diluncurkan 21 April 2025. Kami juga berikan intervensi untuk lansia rentan agar tetap stabil secara sosial dan ekonomi, dan zakat produktif untuk pelaku usaha mikro seperti pedagang kaki lima (PKL) agar terhindar dari jeratan rente atau pinjol ilegal," terangnya.

Khofifah meminta kepada seluruh penerima bansos agar tidak menggunakan bantuan tersebut untuk permainan judi online (judol).

"Berharap penerima bansos mendapat manfaat agar terhindar dari rentenir dan juga pinjaman online. Tentunya juga tidak boleh digunakan untuk judi online," tandasnya.