Baru 2 Bulan Jabat Wamenaker, Immanuel Ebenezer Diduga Terima Jatah Pemerasan Rp3 M
- VIVA.co.id
Jakarta, VIVA Jatim – Eks Wakil Menteri Tenaga Kerja (Wamenaker) Immanuel Ebenezer atau Noel ditetapkan sebagai tersangka pemerasan pengurusan sertifikasi K3 di lingkungan Kemenaker. KPK mengungkapkan, Noe sudah menerima jatah praktik lancung tersebut sebesar Rp3 miliar hanya dua bulan setelah menjabat.
Ketua KPK Setya Budiyanto menjelaskan, Noel menerima jatah pemerasan sertifikasi K3 pada Desember 2024 atau dua bulan setelah bergabung di Kabinet Merah Putih. Duit tersebut diyakani penyidik KPK berasal dari praktik pemerasan pengurusan sertifikasi K3 yang memang berlangsung sejak lama di lingkungan Kemenaker.
Setya menambahkan, Noel mengetahui praktik haram yang sudah biasa terjadi di lingkungan Kemenaker tersebut. Tapi dia membiarkan, bahkan kemudian meminta jatah. Aksi pemerasan itu dilakukan di antaranya oleh tersangka IEG. “Dia [Emmanuel Ebenezer] tahu dan membiarkan, bahkan meminta jatah,” katanya di Jakarta dikutip dari VIVA, Sabtu, 23 Agustus 2025.
Biaya resmi pengurusan sertifikasi K3 sendiri sebetulnya murah, yakni Rp270 ribu. Tapi pada praktiknya, buruh atau tenaga kerja dipungut Rp6 juta agar pengurusan sertifikasinya diproses secara lancar. Jika tidak membayar dengan nominal sebesar itu, maka pengurusan dibuat lambat bahkan ditolak.
Karena sertifikasi K3 merupakan syarat wajib di dunia kerja, maka mau tidak mau banyak yang terpaksa membayar dengan nominal seperti yang ditentukan oleh para tersangka. Nah, dalam posisinya sebagai Wamenaker mengetahui praktik tersebut tapi membiarkan, malah meminta jatah.
Praktik lancung tersebut terbongkar setelah KPK melakukan OTT pada Rabu, 20 Agustus 2025. Ada lebih dari 10 orang diamankan dalam operasi senyap itu, termasuk Immanuel Ebenezer. Dalam OTT itu, KPK menyita duit Rp170 juta dan USD2.201. Sejumlah barang bukti lain juga diamankan, di antaranya berbagai kendaraan bermotor.
Setya mengatakan bahwa praktik haram di lingkungan Kemenaker itu berlangsung sejak lama. Karena itu KPK tidak akan berhenti pada penetapan Noel dan 10 tersangka lainnya. Penyidik akan menelusuri aliran dana hasil pemerasan tersebut, termasuk ada tidaknya jatah mengalir ke Menteri Tenaga Kerja sekarang dan sebelumnya.
Noel sendiri membantah telah melakukan pemerasan sebagaimana disangkakan kepadanya. Ia menyebut itu sebagai narasi berlebihan. Namun dia meminta maaf kepada Presiden Prabowo, keluarganya, dan seluruh rakyat Indonesia.