Khofifah Ingin Pastikan Ketersediaan Beras SPHP dengan Blusukan ke Pasar Soponyono Surabaya

Gubernur Khofifah Blusukan ke Pasar Soponyono.
Sumber :
  • Pemprov Jatim

Surabaya, VIVA Jatim-Distribusi beras medium di pasar tradisional terus disisir oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Ia pun meninjau Pasar Soponyono Surabaya untuk memastikan ketersediaan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) bagi masyarakat, Senin, 25 Agustus 2025.

img_title Akhir Juli 2026, Bulog Jatim Salurkan 99.004 Ton Beras ke 4.050 Outlet

Dalam kunjungannya, Khofifah berdialog dengan sejumlah pedagang pasar, menanyakan apakah ada kesulitan pasokan beras medium. Ia menanyakan ada yang menjadi kendala, dan memastikan agar kendala tersebut segera diatasi sehingga stok beras medium SPHP terus tersedia bagi masyarakat.

Tak hanya itu, didampingi Kepala Disperindag Jatim Iwan, Khofifah juga membagikan beras SPHP kemasan 5 kg kepada para pembeli di pasar. Pembagian beras ini sontak disambut dengan sangat antusias oleh masyarakat.

img_title Khofifah Lantik Aftabuddin Sebagai Kepala Dinas ESDM Jatim Definitif

"Beras menjadi konsumsi tertinggi di masing-masing keluarga, maka saya ingin cek supaya distribusi SPHP itu bisa terjangkau oleh masyarakat. Alhamdulillah, SPHP di Pasar Soponyono Surabaya ini relatif stabil, tidak di atas HET," kata Khofifah.

Dalam pantauan di Pasar Soponyono, harga beras premium tercatat Rp15.000 per kilogram, sedikit di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp14.900 per kilogram.

img_title Serapan Gabah Petani Bulog Jatim Lampaui Target Capai 884.559 Ton Beras

Kebutuhan beras SPHP sendiri kata Khofifah, sangat tinggi di masyarakat. Oleh karenanya ia meminta agar supply beras SPHP dapat ditambah sehingga memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Saya tanya ke toko tadi, masyarakat lebih banyak beli beras medium atau premium. Mereka sampaikan lebih banyak beras medium. Berarti SPHP kebutuhannya sangat tinggi," katanya.

"Yang seperti ini tentu kita berharap Bulog bersama Bapanas (Badan Pangan Nasional) bisa mendistribusikan dengan lebih lancar lagi, lebih merata lagi dan lebih menjangkau lagi," tambahnya.

Selain beras, Khofifah juga mengecek harga sejumlah komoditas pangan lain yang kerap menjadi penyumbang inflasi. Berdasarkan data per 24 Agustus 2025, gula pasir dijual Rp17.000/kg (HET Rp17.500), minyak goreng curah Rp19.000/kg, dan minyak goreng kemasan Minyakita Rp17.000/kg (HET Rp15.700).

Untuk kebutuhan pokok lainnya, harga tepung terigu berada di Rp12.500/kg. Sementara itu, komoditas hortikultura juga menunjukkan tren positif. Cabe merah besar tercatat Rp27.000/kg, dan cabe rawit merah Rp22.000/kg, jauh lebih rendah dibanding HET Rp40.000–Rp57.000/kg.

Halaman Selanjutnya
img_title