Dorong Modernisasi Wajah Digital Sekolah, Ribuan Siswa Ikut Jagoan Hosting Infra Competition 2025

Kick-off dan Preliminary Jagoan Hosting Infra Competition 2025.
Sumber :
  • Rahmat Fajar

Surabaya, VIVA Jatim-Ribuan siswa yang tergabung dalam 318 tim dari seluruh Indonesia meramaikan Jagoan Hosting Infra Competition (JHIC) 2025. Ini bukan sekadar ajang lomba, melainkan gerakan memodernisasi wajah digital sekolah melalui kreativitas generasi muda.

img_title Aplikasi SISWA JUWARA, Permudah Ortu Pantau Presensi Pelajar via WhatsApp Secara Terintergrasi

General Manager Jagoan Hosting, Andy Novianto mengatakan event ini mendorong siswa menampilkan kreativitasnya dalam mengelola website sekolah. Mereka akan dinilai bagaimana websitenya dibuat menarik, efisien serta teknologinya bisa selaras dengan kebutuhan sekolah.

"Karena kebutuhannya sendiri-sendiri kan," ujarnya saat ditemui dalam Kick-off Preliminary JHIC 2025, di Maspion IT Surabaya, Rabu, 27 Agustus 2025.

img_title Raih Adiwiyata Mandiri, Menteri Jumhur Nilai SMAN 1 Gresik Layak Jadi Teladan Nasional

Jagoan Hosting, kata Andy, memberikan dukungan berupa infrastrukturnya. Harapanya para siswa mempunyai wadah untuk belajar dan mengimplementasikan ide mereka.

Andy mengungkapkan pendampingan akan diberikan dalam tiga bulan ke depan. Dan hasilnya akan bisa disaksikan pada final nanti. Pendampingan tersebut berupa bagaimana cara penulisan copywriting yang bisa terbaca oleh google dan AI.

img_title Sebanyak 618.479 Murid Baru di Jatim Ikuti MPLS Mulai 13 Juli, Dindik Larang Perpeloncoan

Mengenai tingkat kesadaran sekolah mengelola website, Andy menilai cukup baik. Sekolah mulai sadar tentang pentingnya teknologi dalam mengelola website.

"Banyak sekolah mulai sekarang kurikulumnya udah disesuaikan dengan industri itu bagus. Aku melihat awerenessnya cukup bagus," katanya.

Sementara itu, Direktur Maspion IT, Okky Tri Hutomo mengatakan kompetisi ini untuk mencari talenta digital terbaik Indonesia, khususnya pada jenjang SMA/SMK dan sederajat. Ia ingin mempersiapkan mereka sadar tentang ekosistem digital masa kini seperti berkembangnya teknologi AI.

"Bagaimana sekolah ini diharapkan memiliki fokus komitmen dalan meramu atau dalam menyajikan performa sekolahnya atau profil sekolahnya melalui jalur internet," tuturnya.

Karena cara kerja AI adalah mengambil bigdata yang diambil dari website di internet. Sehingga jika ingin dikenal maka sekolah harus sadar terhadap profil sekolahnya yang disampaikan lewat internet. Menurutnya sejauh ini hal tersebut sedikit terabaikan.

Okky menuturkan JHIC 2025 ingin menantang siswa membangun website yang mampu menjadi sarana branding, media promosi dan pusat informasi yang profesional.

"Hasil karya para peserta akan menjadi nilai tambah luad biasa bagi sekolah. Website yang andal dapat meningkatkan kepercayaan orang tua, menarik minat calon siswa," katanya.