Massa Buruh Mulai Sesaki Jalanan Kota Surabaya, Lalu Lintas Tersendat
- Mokhamad Dofir/Viva Jatim
Surabaya, VIVA Jatim – Ratusan buruh mulai menggelar konvoi menuju pusat Kota Surabaya untuk menyuarakan tuntutan unjuk rasa. Mereka akan bergabung dengan buruh lainnya yang berdemo. Massa buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) itu sebagian besar mengendarai motor dan truk menuju lokasi unjuk rasa.
Iring-iringan massa pun menyebabkan kemacetan arus lalu lintas. "Lalu lintas macet total, sekarang mulai sedikit bergerak," ujar Whospy, salah seorang Satpam yang bertugas di perkantoran Jalan Raya Darmo, Surabaya, Kamis, 28 Agustus 2025.
Petugas kepolisian lalu lintas juga tampak berjaga di beberapa titik, terutama di persimpangan jalan untuk mengatur pergerakan dan mengurai penumpukan kendaraan.
Aksi konvoi ini merupakan bagian dari rangkaian demonstrasi buruh yang menuntut penghapusan outsourcing, menolak upah murah dan meminta pemerintah menetapkan kenaikan hingga 10,5 persen.
Sebelumnya diberitakan, massa buruh dari dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) direncanakan akan menggelar demonstrasi di tiga titik Kota Surabaya pada Kamis, 28 Agustus 2025. Mengantisipasi gangguan arus kendaraan, pihak kepolisian berencana melakukan rekayasa lalu lintas.
Ribuan buruh yang akan berdemo itu berasal dari Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Tuban, hingga Jember. Titik demo ialah di kantor Gubernur Jatim di Jalan Pahlawan, kantor DPRD Jatim di Jalan Indrapura, dan Gedung Negara Grahadi di Jalan Gubernur Suryo.
Sebelum itu, massa akan berkumpul di Bundaran Waru lalu melakukan long march dari Jalan A Yani sampai ke titik lokasi aksi. Jika massa demonstran betul-betul ribuan orang, maka sepanjang Jalan A Yani, Wonokromo, Darmo, Basuki Rahmat, Embong Malang, Bubutan, hingga Jalan Pahlawan akan tersendat.
Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya Ajun Komisaris Besar Polisi Galih Bayu Raditya menjelaskan, akan dilakukan rekayasa lalu lintas berkaitan dengan rencana demo buruh tersebut. Skemanya disiapkan untuk mengantisipasi kemacetan kendaraan.
Yakni, arus lalu lintas dari Jalan Stasiun Kota menuju Jalan Pahlawan rencananya akan dialihkan ke Jalan Semut Madya Indah. Kemudian, arah Jalan Jagalan menuju Jalan Pasar Besar, kemungkinan akan ditutup dan diarahkan menuju Jalan Peneleh.