Ricuh! Begini Alasan Polisi Tembak Gas Air Mata saat Demo di Grahadi Surabaya

Ilustrasi gas air mata.
Sumber :
  • Istimewa

Surabaya, VIVA JatimKepolisian Daerah Jawa Timur menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa aksi solidaritas ojek online yang ricuh di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat, 29 Agustus 2025.

img_title Berdampak Positif pada Ekonomi Mikro, Ratusan Masyarakat Dukung MBG Dilanjutkan

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Inspektur Jenderal Polisi Nanang Avianto menegaskan, langkah ini diambil karena situasi dianggap melampaui batas dan pengamanan dilakukan berdasar Standar operasional prosedur (SOP).

“Proses pengamanan ada SOP-nya. Pertama simpatik dengan himbauan. Tapi ketika barikade kawat dirusak, sementara Grahadi adalah simbol kebesaran Jawa Timur, maka kami bertahan,” kata Nanang.

img_title Polisi Lepas 14 Peserta Aksi dan Tetapkan 4 Tersangka Demo di Grahadi

Kericuhan terjadi ketika sekelompok massa tiba-tiba menyerang petugas keamanan, menjebol pagar dan membakar beberapa motor hingga suasana yang awalnya damai pun mendadak mencekam.

Nanang menjelaskan, aparat sempat melakukan penyemprotan air, namun massa justru semakin beringas.

img_title Aliansi BEM Surabaya Demo di Grahadi, Bawa Tuntutan Soal MBG hingga HAM

“Mereka merusak CCTV, melempar paving, bahkan ada kendaraan dibakar. Sudah kami ingatkan, tapi massa tetap bertahan hingga melewati batas waktu aksi. Akhirnya sesuai aturan, kami gunakan gas air mata. Tidak ada peluru tajam, peluru karet pun tidak. Hanya gas air mata untuk mengurai massa,” tegasnya.

Kapolda menambahkan, tindakan ini dilakukan semata-mata untuk melindungi fasilitas umum dan menjaga ketertiban.

“Kami tahu mereka saudara-saudara kita juga. Tapi jangan sampai merusak fasilitas yang nantinya harus diperbaiki dengan anggaran negara. Lebih baik untuk kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.