Ombak Laut Selatan Tinggi, Nelayan Tulungagung Diimbau Tak Melaut
- Humas Kantor SAR Surabaya
Tulungagung, VIVA Jatim – Cuaca buruk kini melanda laut selatan, menimbulkan ombak setinggi 3 sampai 4 meter. Mengantisipasi hal tidak diinginkan, Syahbandar Pelabuhan Popoh mengimbau para nelayan sementara agar tidak melaut.
Kepala Syahbandar Pelabuhan Popoh, Arif Wahyudi mengungkapkan, cuaca buruk ini sudah mulai berlangsung sejak hari Senin awal pekan ini dan kemungkinan akan reda pada Minggu, 31 Agustus 2025.
"Sudah sejak hari Senin kemarin, sekitar 1 minggu ini cuacanya buruk," ujar Arif Wahyudi, Sabtu, 30 Agustus 2025.
Kepala Syahbandar Pelabuhan Popoh Arif Wahyudi.
- Madchan Jazuli/Viva Jatim
Arif mengaku, pihaknya sudah memberikan informasi sekaligus imbauan kepada para nelayan untuk mengurungkan melaut. Supaya tidak terjadi hal-hal yang diinginkan, karena ombak sedang tinggi dan cuaca buruk hingga Minggu ini.
"Memang kita sudah kita sampaikan kondisi cuaca buruk. Sehingga untuk kita memberikan imbauan agar tidak melakukan kegiatan operasional menangkap ikan," tandasnya.
Salah satu nelayan setempat, Sutar (45), mengaku sudah beberapa hari ini tidak melaut karena cuaca buruk, angin kencang serta hujan turun. Namun, masih ada beberapa nelayan yang nekat mencari ikan.
"Sudah tiga hari ini cuaca agak mendung. Jadi nelayan itu tidak berani melaut tidak ada yang berangkat, ada juga yang berangkat. Kalau di tengah laut ombak sampai 3 sampai 4 meter karena ini ombak angin," aku Sutar saat ditemui di Pelabuhan Popoh.
Ia mengaku, dengan cuaca buruk ini mempengaruhi hasil tangkapan. Sehingga harga ikan bisa naik jika terus menerus seperti ini. Namun, kembali lagi pada kualitas ikan tangkapan nelayan.
"Kalau musim ikan itu tadi terkadang satu minggu bagus kadang ikannya jelek. Harga ikan tergantung kualitas ikannya. Yang mempengaruhi kadang cuaca buruk jarang ikan itu juga bisa berpengaruh," ujarnya.
Untuk saat ini, Sutar menambahkan jenis ikan tongkol kecil per kilogram mencapai Rp15 ribu dan ikan Tuna sampai Rp18 ribu per kilogram.
"Kalau Ikan Layur kalau tidak salah 35 sampai 40 ribu," tandas pria asli Sidem yang melaut menggunakan perahu slerek ini.
Pengamatan pewarta, suasana pelabuhan sepi tidak ada aktivitas bongkar muat tangkapan ikan. Hanya sekadar beberapa nelayan yang duduk-duduk berbincang-bincang dengan ditemani kopi dan rokok.