Tunjungan Plaza Surabaya Pilih Tutup, Khawatir Ada Demo Ricuh Lagi
- Istimewa
Surabaya, VIVA Jatim – Pusat perbelanjaan terbesar di Kota Surabaya, Tunjungan Plaza (TP), memilih tutup buntut dari aksi solidaritas driver ojol Affan Kurniawan yang ricuh di pusat Kota Pahlawan pada Jumat kemarin. Manajemen TP kemungkinan khawatir ada aksi demo yang berujung keos lagi.
Sejak pagi, pesan berantai tentang tutupnya TP memang tersebar luas melalui akun media sosial. Pesan yang ditandatangani manajemen TP itu menyampaikan bahwa TP tidak beroperasi karena khawatir ada demonstrasi susulan dan demi kenyamanan pengunjung.
Petugas keamanan TP yang ditemui wartawan membenarkan informasi tersebut. Dia mengaku tak tahu sampai kapan TP tutup. "Karena menunggu perkembangan situasi dan kondisi di lapangan terkait dengan adanya demo susulan," ujarnya.
Pada Sabtu, 30 Agustus 2025, hari ini, memang ada kelompok massa dari mahasiswa yang menggelar demonstrasi, di antaranya di depan Markas Kepolisian Daerah Jawa Timur di Jalan Ahmad Yani Surabaya. Sampai saat ini, aksi berjalan kondusif.
Mereka beraksi menuntut keadilan atas meninggalnya Affan Kurniawan, driver ojol yang dilindas rantis Brimob saat pembubaran massa demonstrasi di sekitar gedung DPR RI pada Kamis, 28 Agustus 2025, malam. Insiden itulah yang menyulut kericuhan demo susulan di sejumlah kota pada Jumat kemarin.
Kericuhan itu terjadi di antaranya di Kota Surabaya. Massa yang berdemo di Gedung Negara Grahadi Surabaya bentrok dengan aparat kepolisian. Belasan kendaraan bermotor dibakar dan sejumlah fasilitas dirusak.
Kericuhan berlanjut hingga Jumat malam. Saat itu, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Tunjungan, Jalan Embong Malang, dan Jalan Pemuda lumpuh. Beberapa pos polisi dibakar pendemo, termasuk di depan TP. Kantor Polsek Tegalsari juga tak luput dari amukan massa.
Pada Sabtu dini hari, beberapa pendemo bergeser ke Jalan Raya Darmo. Di sana pendemo juga membakar pos polisi Taman Bungkul, depan KBS, di depan Bulog A Yani, dan pos polisi di Waru, Kabupaten Sidoarjo.