Demo Mahasiswa di Mojokerto Batal, PMII Imbau Kader Tetap Suarakan Tuntutan
- VIVA Jatim/M Luthfi Hermansyah
Mojokerto, VIVA Jatim – Aksi demo yang rencananya digelar 1 September 2025 oleh sejumlah organisai mahasiswa di Mojokerto batal. Pembatalan demo ini demi mejaga kondusivitas wilayah Mojokerto.
Sedianya aksi demo ini diikuti oleh sejumlah organisi mahasiswa. Antara lain, PMII, GMNI, HMI, IMM, SEMMI dan Aliansi BEM Mojokerto Raya. Selain mahasiswa, juga GusduRian Mojokerto, aliansi Buruh dan komunitas pencinta alam.
Rencananya, aksi demo akan dilakukan di depan DPRD Kabupaten Mojokerto, DPRD Kota Mojokerto, Polres Mojokerto Kota dan Polres Mojokerto.
Ketua PC PMII Mojokerto, Bernando Akbar mengatakan, pihaknya mendapat informasi akan ada kelompok yang berusaha menyusup ke barisan massa demo untuk menjadi provokator.
Sisi lain, juga mempertimbangkan intruksi PB PMII dan PKC PMII Jatim agar menahan diri serta memperkuat konsolidasi internal organisasi. Sebab, dinakikan demonstrasi yang awalnya berjalan secara substansial bergeser ke arah anarkis berupa perusakan fasiltas umum dan penjarahan.
“Yang pasti dikabarkan ada indikasi penyusup untuk provokasi dan akan melakukan tindakan anarkis. Oleh karena itu kita menjaga agar tidak ditunggangi oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan lain. Pembatalan demo juga demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, memang sebenarnya ada hal lain yang belum bisa saya katakan,” kata Bernando kepada VIVA Jatim.
Ia menyampaikan, ada sejumlah tuntutan yang disuarakan. Di antaranya, menuntut keadilan untuk mendiang pengemudi ojek online (ojol) yang dilntas kendaraan taktis (rantis) Brimob, Affan Kurniawan, mendesak penghapusan rencananya kenaikan tunjangan DPR dan pengesahan RUU Perampasan Aset.
Mereka juga mereka ingin Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dicopot. Alasannya anggota polisi kerap bersikap represif ketika menghadapi demonstran.
“Secara kepemimpinan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bisa dikatakan sudah terlalu lama dan secara tindakan belum bisa dipastikan memberikan rasa keadilan kepada korban-korban yang mengalami kekerasan saat aksi baik di pusat maupun beberpa daerah,” ungkapnya.
Ia menambahkan, tak menutup kemungkinan aksi demo akan digelar jika situasi dinilai sudah kondusif sebagaimana intruksi PKC PMII Jatim.
Meski aksi demo dibatalkan, ia tetap mengimbau kepada seluruh kader PMII Mojokerto untuk menyuarakan tuntutan melalui saluran media sosial.