Puluhan Pelajar di Mojokerto dan Lamongan Diamankan, Diduga Mau Demo Anarkis

Pelajar di Mojokerto diamankan, diduga mau ikut demo.
Sumber :
  • M Lutfi Hermansyah/Viva Jatim

Mojokerto, VIVA Jatim – Puluhan pelajar di Kota Mojokerto dan Kabupaten Lamongan diamankan aparat kepolisian setelah berkeliaran secara berkelompok pada saat jam sekolah pada Senin, 1 September 2025. Diduga, mereka hendak ikut demonstrasi dan berpotensi berbuat anarkis.

img_title Motor Perempuan di Lamongan Dibawa Kabur Pria yang Baru Dikenal dari Aplikasi Pertemanan

Di Kota Mojokerto, puluhan pelajar diamankan di beberapa tempat. Di antaranya di kawasan Alun-alun Kota Mojokerto, Jogging Track Jalan Hayam Wuruk, bawah jembatan Gajah Mada, dan Taman Hutan Kota Kelurahan Pulorejo.

“Yang kita amankan ada 49 orang, sebagian besar adalah pelajar. Tidk semua dari Mojokerto, ada yang dari sidoarjo dan Jombang,” kata Kapolres Mojokerto Kota AKBP Herdiawan Arifianto, Senin, 1 September 2025 malam.

img_title 3 Hari Hilang Kontak di Perairan Kangean, KMP Entok dengan 20 ABK belum Ditemukan

Menurut dia, sebagian besar pelajar mendapat ajakan untuk mengikuti demo melalui grup WhatsApp.

“Kami melakukan pengecekan terhadap ponsel mereka, ada ajakan untuk mengikuti aksi demo. Padahal, aksi hari ini ditiadakan. Bahkan isi chat dari Grup WA ada ajakan yang menjurus provokatif,” ungkap Herdiawan.

img_title Kapal Nelayan Lamongan dengan 19 ABK Hilang Kontak di Perairan Kangean Madura

Meski begitu, Herdiawan menyebut tidak ada senjatan tajam yang ditemukan. Para pelajar itu kemudian dibawa ke Mapolres Mojokerto Kota untuk didata dan diberikan pembinaan.

Sementara itu, orang tua dan pihak sekolah dipanggil ke Mapolres Mojokerto Kota untuk menjemput langsung para siswa.

“Kita tadi juga memanggil ustaz untuk memberikan pencerahan kepada adik-adik ini sebelum diserahkan kepada orang tua masing-masing,” ungkap Herdiawan.

Polisi berharap, pihak keluarga dan sekolah dapat memberikan pengawasan serta imbauan agar para pelajar tidak mudah terprovokasi untuk ikut aksi massa. “Inilah adalah kota kita. Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi?," ucap Herdiawan.

Sementara di Kabupaten Lamongan, sebanyak 21 pelajar SMA/SMK dan SMP diamankan aparat kepolisian setempat karena diduga hendak mengikuti demo dan menjurus pada aksi anarkis.

Kapolres Lamongan AKBP Agus Dwi Suryanto.

Photo :
  • Imron Saputra/Viva Jatim

Kapolres Lamongan AKBP Agus Dwi Suryanto mengatakan, para pelajar tersebut diamankan di berbagai tempat.

"Para pelajar ini ditangkap karena diindikasi terprovokasi media sosial untuk melakukan tindakan anarkis di wilayah Lamongan," katanya.

Kapolres menegaskan, jika penangkapan ini bukan karena adanya rencana pembakaran gedung DPRD seperti yang sempat beredar. "Setelah dilakukan pembinaan mereka kemudian dibebaskan," ujar Agus.

Halaman Selanjutnya
img_title