Petinggi, Tokoh Agama, hingga Masyarakat Doa Bersama untuk Jogo Jatim

Forkopimda Jatim dalam apel dan doa bersama.
Sumber :
  • Humas Polda Jatim

Surabaya, VIVA JatimApel dan doa bersama digelar di lapangan Markas Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) di Jalan A Yani Surabaya, Selasa, 2 September 2025. Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk menjaga Jawa Timur tetap kondusif dan damai, setelah kerusuhan terjadi beberapa hari lalu.

img_title Kasus Arisan Online Bodong Rp71 Miliar, Polda Jatim Bakal Periksa Selebgram Hingga Artis

Petinggi Jatim hadir di acara tersebut. Di antaranya Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, Dankodaeral V Laksamana Muda TNI Ali Triswanto, WA Kapolda Jatim Brigjen Pol Pasma Royce, dan lainnya.

Ada lebih dari 1.500 orang yang hadir dalam apel dan doa bersama tersebut. Termasuk beberapa tokoh masyarakat, dari organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, perguruan silat, dan emelen lainnya.

img_title Polda Jatim Ungkap Kasus Arisan Online Bodong Senilai Rp71 Miliar

Doa tergelar secara khusyuk dan khidmat. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengimbau, dengan apel dan doa bersama, masyarakat diharapkan bersama-sama menjaga Jawa Timur.

Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah terprovokasi dan memprovokasi melakukan tindakan yang merusak dan merugikan. Ia juga meminta masyarakat berkolaborasi dengan aparat Polri dan TNI dalam semangat jogo Jatim.

img_title Tim ESports Polda Jatim Juara III MLBB Kapolri Cup 2026

"Kita harus cerdas memilah informasi yang didapat agar tidak terjebak berita hoaks. Biasakan saring sebelum sharing,” kata Khofifah.

Sementara itu, Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto dalam amanatnya saat apel mengatakan, apel digelar sebagai bentuk komitmen bersama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat pasca dinamika aksi unjuk rasa di berbagai daerah.

“Setiap aspirasi masyarakat tentu harus dihormati. Namun dalam menyampaikan pendapat, kita wajib tetap menjaga harkamtibmas. Ketertiban adalah tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Ke depan, lanjut dia, tantangan Kamtibmas semakin kompleks. Karena itu diperlukan upaya bersama untuk menjaga Jawa Timur.

"Polri tidak bisa bekerja sendiri. Kita harus membangun sinergi dengan seluruh potensi masyarakat," ujar Nanang.