Rumah Terbakar di Surabaya gara-gara Obat Nyamuk

Rumah kebakaran di Keputih, Kota Surabaya.
Sumber :
  • Mokhamad Dofir/Viva Jatim

Surabaya, VIVA Jatim – Sebuah rumah di kawasan padat penduduk Jalan Keputih Gang III C Nomor 28, Kecamatan Sukolilo, Surabaya, ludes dilalap si jago merah pada Rabu, 3 September 2025 dini hari. Diduga kuat, api berasal dari obat nyamuk bakar.

img_title Kebakaran Diduga Korsleting Listrik Tewaskan 2 Bocah di Simomulyo Surabaya

Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, Wasis Sutikno mengatakan, laporan pertama atas kejadian tersebut diterima sekitar pukul 00.48 WIB.

Tak menunggu lama, petugas kemudian langsung meluncur ke lokasi.

img_title Bangunan Bengkel Semi Permanen di Manyar Gresik Terbakar, Mobil dan Motor Ikut Hangus

“Unit dari Pos Keputih tiba di tempat kejadian sekitar pukul 00.51 WIB, dan segera melakukan pemadaman.Api berhasil dilokalisir pada pukul 01.02 WIB, kemudian dilanjutkan pembasahan hingga situasi benar-benar kondusif pada pukul 01.43 WIB,” ujar Wasis.

Ia menambahkan, sebanyak enam unit tempur dikerahkan untuk menjinakkan api. Di antaranya dari Pos Keputih, Menur, Sukolilo, Mulyorejo, Kalirungkut, serta Pos Rayon 3 Rungkut.

img_title Kebakaran Landa Parkiran Cargo PT SIG Tuban, Tumpukan Palet Kayu dan 13 Truk Ludes Dilahap Api

“Medan cukup menyulitkan karena akses gang sempit, sehingga hanya bisa dimasuki unit kecil. Namun alhamdulillah api bisa dikendalikan cepat,” lanjutnya.

Berdasar data yang ada, Wasis mengatakan, bangunan rumah dengan luas sekitar 10x15 meter itu hangus terbakar seluruhnya. Rumah nahas tersebut ditempati oleh dua kepala keluarga, masing-masing atas nama Andik Jamal (59) dan Slamet (53).

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Pemilik rumah berhasil menyelamatkan diri,” tegas Wasis.

Selain DPKP Surabaya, proses penanganan kebakaran juga melibatkan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya, Palang Merah Indonesia (PMI), Perusahaan Listrik Negara (PLN) serta Posko Terpadu Timur.

Ia mengingatkan masyarakat agar lebih waspada, terutama terhadap potensi kebakaran dari barang-barang kecil namun berbahaya seperti obat nyamuk.

“Hal-hal sepele seperti lilin atau obat nyamuk bisa berakibat fatal. Kami harap warga tidak lengah,” pungkas Wasis.