Terungkap, Janin Korban Aborsi di Mojokerto Hasil Hubungan Gelap Janda dengan Pria Beristri

Polisi Mojokerto memeriksa tersangka aborsi di Mojokerto.
Sumber :
  • M Lutfi Hermansyah/Viva Jatim

Mojokerto, VIVA Jatim – Penyidik Kepolisian Mojokerto menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus aborsi yang berawal dari temuan makam misterius di Desa Sumberkembang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Janin yang diaborsi ternyata buah hubungan gelap pasangan tak sah.

img_title Viral, Postingan Chat Diduga Runner Up Raka Raki Jatim 2026 Minta Pacar Gugurkan Kandungan

Ketiga tersangka itu ialah M (42 tahun), perempuan yang melahirkan lalu diaborsi, FAB (34), pasangan M, dan RA (25), perempuan yang membantu perbuatan aborsi tersebut. Ketiganya kini masih menjalani pemeriksaan untuk pendalaman.

"M dan FAB sama-sama tidak ingin mempunyai anak karena bukan pasangan resmi. Di sisi lain, FAB sudah punya keluarga, sehingga tidak ingin perselingkuhannya terungkap,” kata Kepala Satreskrim Polres Mojokerto Ajun Komisaris Polisi Fauzy Pratama, Rabu, 3 September 2025.

img_title Warga Mojokerto Temukan Mayat Bayi Dikubur di Samping Sumur, Awalnya Curiga Ada Gundukan Tanah

Dia menjelaskan, begitu tahu M hamil tua, FAB mencari obat penggugur janin dan mendapatkannya dari saudaranya, RA. Obat penggugur itu ialah Cytotex. RA membeli Cytotec dua butir di toko online. Harganya Rp75 ribu satu butir.

“R mengaku beli Cytotex lewat medsos. Dia beli itu sudah lama, kebetulan masih punya sisa. Pengakuannya sebatas pernah beli untuk orang lain. Tidak mencari keuntungan, hanya membantu,” beber Fauzy.

img_title 3 Penipu Berkedok Rekrutmen Pegawai Pabrik di Mojokerto Dibui, Kerugian Hampir Rp1 M

M pun menenggak satu butir Cytotex tersebut di kamar tempat tinggalnya pada 30 Oktober 2024 sekitar pukul 22.00 WIB. Sementara satu butir yang lain dimasukkan ke dalam kemaluannya.

Saat itu, obat penggugur tersebut tak langsung bereaksi. Karena tak ada hasil, M mencoba lagi pada 4 November 2024 sekitar pukul 07.20 WIB. Nah, saat itulah perut M kram dan keluar cairan putih dari kemaluannya.

"Setelah meminum Cytotec yang kedua kalinya, keluar janin yang berumur 4 bulan dalam kondisi mati,” ujar Fauzy.

Setelah janinnya keluar, M menghubungi FAB untuk meminta bantuan. Namun, FAB tidak bisa datang dan menyuruh M ke rumah sakit. M akhirnya meminta bantuan Y agar diantar ke bidan Desa Kuripan Sari.

Karena bidannya tidak ada, M lalu dibawa ke Rumah Sakit Mawaddah. Saat dibawa ke rumah sakit, janin sudah menempel di celana dalam M. "[Di RS Mawaddah] M mendapat penanganan medis dan disuruh opname di RS Mawadah,” cerita Fauzy.

Halaman Selanjutnya
img_title