Dua Mahasiswa Kediri Ditangkap, Dituding akan Berdemo Ricuh di Tulungagung

Kapolres Tulungagung AKBP Muhammad Taat Resdi.
Sumber :
  • Madchan Jazuli/Viva Jatim

Tulungagung, VIVA Jatim – Aparat Kepolisian Resor Tulungagung menangkap dua mahasiwa Kediri yang akan berdemo di Tulungagung. Keduanya ditangkap karena diduga terlibat dalam demonstrasi di Markas Polres Kediri Kota yang berujung ricuh hingga terjadi aksi perusakan.

img_title Massa PSHT Geruduk Polrestabes Surabaya, Minta Usut Kasus DC Bacok Rekannya

Memang, ada kabar kelompok massa akan berdemo di Kabupaten Tulungagung pada Kamis, 4 September 2025. Namun, unjuk rasa itu akhirnya ditunda dengan alasan pertimbangan kondisi yang belum kondusif. Nah, dua mahasiswa yang ditangkap rencananya juga akan akan ikut demo.

Kepala Polres Tulungagung Ajun Komisaris Besar Polisi Muhammad Taat Resdi menjelaskan, dua mahasiswa yang ditangkap ialah CK (28 tahun), warga Klaten, Jawa Tengah, dan MSA (24), asal Jakarta Timur. Keduanya berstatus sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Kota Kediri.

img_title 300 Personel Polisi Siaga Jelang Demo PSHT di Kantor DC Surabaya

Kedua mahasiswa itu, lanjut Taat, sudah berada di Tulungagung selama 3 hari. "[Kedua mahasiswa yang ditangkap] Berpindah dari satu warkop ke warkop lain untuk melakukan provokasi kepada masyarakat, agar melakukan unjuk rasa secara rusuh hari ini," kata Taat.

Polisi juga menyita sejumlah alat bukti dari tangan kedua mahasiswa itu, di antaranya telepon genggam atau HP. "Di dalam handphone itu ada percakapan tentang kegiatan penyerangan dan rencana penyerangan di Tulungagung," beber Taat.

img_title Puluhan Massa Demo Polda dan Kejati Jatim Minta Usut Kasus Jampidsus

Berdasarkan hasil pemeriksaan, CK diketahui terlibat dalam aksi penyerangan di Markas Polres Kediri Kota beberapa waktu lalu. Satu lagi rekan CK yang terlibat diamankan oleh aparat Polres Kediri Kota. Keduanya menyerang dengan molotov.

"Dia [CK] berperan menyulut bom molotov itu, mungkin ada video yang beredar di adegan di mana seseorang menyulut bom molotov, satu orang melempar bom molotov yang sudah menyala itu ke Mapolres Kediri kota," ujarnya.

Di Tulungagung, CK dan MSA diduga kuat akan melakukan hal sama seperti yang dilakukan di Kediri Kota. Sasarannya ialah markas polres dan kantor DPRD Tulungagung. Keduanya, papar Taat, diduga kuat akan menunggangi demonstrasi yang semula dijadwalkan hari ini.

Berdasarkan penangkapan itu, Taat menerangkan Forkopimda kemudian bertemu dengan pimpinan aksi unjuk rasa pada Kamis ini. Di pertemuan yang berlangsung Rabu malam itu, akhirnya disepakati bahwa demonstrasi ditunda.

Halaman Selanjutnya
img_title