Putar Akal Kembalikan Kantor Polsek Tegalsari ke Bentuk Asli Usai Dirusak Massa

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
Sumber :
  • Viva Jatim/M Dhofir

Surabaya, VIVA Jatim – Kantor Kepolisian Sektor Tegalsari porak-poranda setelah dirusak massa tak tak dikenal saat kerusuhan terjadi di Kota Surabaya pada Sabtu hingga Minggu dini hari, 30-31 Agustus 2025. Disesalkan banyak pihak karena bangunan tersebut bernilai sejarah.

img_title Surabaya Targetkan Elektrifikasi Transportasi Umum, Organda Siap Dukung Peralihan ke Kendaraan Listrik

Kini, Pemerintah Kota Surabaya dan pihak terkait putar akal untuk membangun kembali bangunan Markas Polsek Tegalsari seperti bentuk aslinya. Tim ahli pun dilibatkan, apalagi ada bagian bangunan yang berstatus cagar budaya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi] mengatakan, yang berstatus cagar budaya di sana ialah sebuah bunker yang berada di belakang Markas Polsek Tegalsari. Sementara bangunan di depan yang digunakan sebagai kantor pelayanan tak termasuk cagar budaya.

img_title Salurkan 30 Kilogram Beras per KPM, Pemkot Surabaya Targetkan Bantuan Pangan Tuntas September

Namun, di bagian depan juga memiliki nilai sejarah. "Yang di depan itu bukan bangunannya, tapi situsnya, tempat perjuangannya," kata Eri Cahyadi dalam keterangannya, Jumat, 5 September 2025.

Untuk mengembalikan fungsi dan nilai sejarahnya, dia mengaku sudah berkoordinasi dengan tim ahli cagar budaya. Itu dilakukan untuk memastikan proses pemulihan bangunan sesuai kaidah pelestarian cagar budaya.

img_title Perwali Perda 4/2026 Ditargetkan Terbit Tahun Ini, Aturan Rumah Kos Diperjelas

"Pembangunan kembali [bangunan Markas Polsek Tegalsari] akan berdasarkan rekomendasi dari mereka [tim ahli cagar budaya]," ucap Eri.

Karena itu, politikus PDIP itu memastikan bahwa proses pemulihan bangunan Polsek Tegalsari akan dilakukan penuh kehati-hatian. Bangunan yang terdaftar sebagai cagar budaya akan dipertahankan bentuk aslinya.

"Tapi kalau yang depan bukan bangunan cagar budaya, kita harus mendapatkan rekomendasi dari tim cagar budaya dulu," terang dia.

Sebelumnya, Kepala Polrestabes Surabaya Ajun Komisaris Besar Polisi Luthfie Sulistiawan mengatakan bahwa untuk sementara pelayanan Polsek Tegalsari akan menumpang di kantor kecamatan setempat. Ia mengaku sudah berkoordinasi dengan Pemkot Surabaya dan pihak Kecamatan Tegalsari soal itu.

Selain kantor Polsek Tegalsari, bangunan bersejarah dan berstatus cagar budaya lainnya yang dirusak dan dibakar massa tak dikenal saat Kerusuhan Surabaya ialah sisi barat Gedung Negara Grahadi di Jalan Gubernur Suryo.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa juga mengaku sudah berkoordinasi dengan tim ahli cagar budaya untuk proses pemulihan bangunan yang terbakar dan rusak.