Melompat dari Lantai 2 karena Kebakaran, Pria Pamekasan Meninggal di Surabaya

Kebakaran rumah 2 lantai di Surabaya.
Sumber :
  • Mokhamad Dofir/Viva Jatim

Surabaya, VIVA JatimKebakaran hebat melanda kawasan permukiman di Jalan Dupak Timur III Nomor 19 dan 21, Kelurahan Jepara, Kecamatan Bubutan, Surabaya, Sabtu, 6 September 2025 pagi. Peristiwa itu memakan satu korban tewas setelah melompat untuk menyelamatkan diri.

img_title Kecelakaan Libatkan CRV, Beat dan Vega di Klampis Jaya Surabaya, Pemotor Tewas

Korban meninggal dunia itu ialah Mustofa (54 tahun), warga asal Pamekasan, Madura, yang tinggal di rumah berlantai dua tersebut. Kepala Bidang Pemadaman DPKP Surabaya Wasis Sutikno menjelaskan, saat kebakaran terjadi korban diduga panik lalu melompat untuk menyelamatkan diri.

Namun, nyawa korban tak tertolong. Jenazah korban kemudian dievakuasi oleh petugas gabungan yang terdiri dari DPKP Surabaya, BPBD, PMI, Satpol PP, hingga PLN. "Kami turut berduka karena ada satu korban meninggal dunia,” kata Wasis.

img_title Tujuh Stand Pasar Agrobis Babat Lamongan Ludes Terbakar, Api Berasal dari Toko Styrofoam

Dia menjelaskan, kebakaran tersebut menimpa dua rumah berukuran masing-masing 8x9 meter. Kedua rumah tersebut milik Achmad Yulianto dan M Romli, warga setempat.

Api mula kali diketahui sekitar pukul 07.04 WIB. Warga segera melapor ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya. Tak berselang lama, pasukan pemadam tiba di lokasi pada 07.09 WIB dan langsung melakukan upaya pemadaman.

img_title Madura United Pertahankan Empat Pemain Kunci

Wasis menuturkan, DPKP Surabaya mengerahkan 15 unit mobil pemadam dari berbagai pos, ditambah 2 unit tangki bantuan Dinas Lingkungan Hidup. "Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 07.32 WIB, dan pembasahan selesai pada pukul 08.22 WIB," ujarnya.

Menurut Wasis, api cepat membesar karena membakar bangunan dua lantai yang saling berdempetan. Seluruh ruangan di rumah tersebut hangus terbakar. "Sumber air di sekitar lokasi minim, sehingga kami juga mendapat dukungan suplai dari DLH," tandas Wasis.

Tantangan lainnya, lanjut dia, jarak akses unit ke lokasi hanya sekitar tiga meter. .Atas kejadian ini, Wasis mengimbau masyarakat lebih waspada terhadap instalasi listrik di rumah masing-masing.

“Mohon diperhatikan kondisi kabel dan sambungan listrik, terutama di rumah yang sudah lama, agar peristiwa serupa tidak terulang,” pungkasnya.