Puluhan Petani Terima Pestisida Pengendali Hama Wereng di Tulungagung

Petani Menyemprotkan Pestisida ke Tanaman Padi.
Sumber :
  • Madchan Jazuli

Tulungagung, VIVA Jatim-Puluhan petani dari dua kelompok tani (Poktan) yang memiliki luas lahan sekitar 52 hektar di Desa Kiping Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung mendapatkan pestisida pengendali hama wereng.

img_title Mojokerto Bangun 9 Proyek Irigasi dan Bendung Rp5,45 Miliar, Airi 324,82 Hektare Sawah

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Kiping, Esti Wahyuni menerangkan bahwa serangan hama di wilayah Desa Kiping per tanggal 9 September 2025 sudah terkendali. Namun sebelumnya serangan yang parah terjadi pada pertengahan Agustus 2025.

"Saat ini kondisinya stabil, makanya penyemprotan ini sebagai pengendalian hama wereng. Total ini sudah yang keempat kali hingga padinya 40 sampai 45 hari," ujar Esti Wahyuni usai pembagian pestisida.

img_title Gerakan Tanam Serentak, SGN Berkomitmen Dukung Hilirisasi Perkebunan

Ia mengakui tidak sedikit petani mengendalikan hama wereng langsung dengan dosis yang tinggi. Seperti menggunakan merek Plenum atau Pexalon yang justru membuat hama semakin kenal.

"Sebenarnya anjuran kita untuk pengendalian hama dengan dosis yang rendah zat aditif, yang tidak menyebabkan hama kebal," jelasnya.

img_title Cabdin Pendidikan Tulungagung-Trenggalek Kenalkan Pendekatan Berbasis Data untuk Sekolah

Esti menjelaskan selama dalam satu rumpun lima hingga tujuh ekor sebenarnya masih bisa dikendalikan dengan musuh alami, yaitu dengan hewan kumbang. Menurutnya kumbang adalah hewan yang bisa mengatasi wereng itu sendiri.

"Konsep untuk PHT seperti itu pengendalian hama terpadu, cuma di sini penduduknya belum bisa kita arahkan menanam, jadi pengendalian wereng kita menggunakan pestisida," katanya.

Ia mengatakan jumlah pestisida yang dibagikan berdasarkan pengajuan ke Dinas Pertanian Tulungagung untuk satu kelompok mendapatkan 10 botol. Dan kali ini gabungan dari dua Poktan, maka pestisida yang disalurkan sebanyak 20 botol.

"Kita bagi rata untuk warga petani desa Kiping. Dengan luasan area sawah Kiping kelompok 1 sekitar 30 hektare kelompok 2 sekitar 22 hektar sehingga total 52 hektare," ulasnya.

Ia menambahkan kelompok tani sebelumnya sudah melakukan pengendalian wereng pada saat serangan hama besar. Sehingga menurutnya, pengendalian tidak hanya dilakukan satu kali, melainkan dengan pengamatan secara terus menerus hingga panen. Termasuk terhadap insektisida lainnya.

"Nanti apa yang kita lakukan setelah pengamatan berdasarkan hama atau penyakit yang tampak di area persawahan. Penyemprotan hari ini dilakukan adalah bertujuan untuk pengendalian wereng," tandasnya.