Mondar-mandir di Pintu Air Era Belanda, Pria Berbaju Hijau Terjun ke Kali Jagir Surabaya
- Instagram Call 112 Surabaya.
Surabaya, VIVA Jatim – Seorang pria berbaju hijau lengan panjang, nekat terjun dari pintu air Kali Jagir, Surabaya, Selasa, 9 September 2025 siang. Aksi tersebut terekam kamera CCTV dan sontak membuat warga sekitar geger.
Frantino, salah satu warga yang berada di lokasi, menjadi saksi mata detik-detik pria tak dikenal tersebut menceburkan diri ke Kali Jagir, Surabaya.
Dia menuturkan, awalnya mengira pria tersebut mau menyeberang jalan raya ke arah pintu air peninggalan Zaman Belanda tersebut.
“Aku lihat ada orang baju hijau, jalan ke sini. Tak kirain mau ke jalan raya. Pokoknya lama-kelamaan, jam 09.00 WIB pas, dia ke sini turun. [Lalu] 5 menit lagi, dia nyemplung, kelihatan perut. Habis itu, lama-kelamaan, kelihatan seleher. Tak kirain itu bercanda,” kata Frantino dalam unggahan Akun Instagram @call112surabaya, dilihat VIVA Jatim.
Menurut Frantino, pria yang diperkirakan berusia 50 sampai 60an tahun itu mengenakan kaos hijau dengan celana pendek hitam serta topi putih. Setelah menceburkan diri, tubuhnya sempat terlihat mengapung sebelum akhirnya hilang terbawa arus.
“Terus ada yang teriak, mas ada orang nyemplung, terus lari ke sini semua. Dia laki-laki, pakai baju hijau, celana pendek, warna hitam. Usia 50 [sampai] 60 [tahun],” jelasnya.
Hingga saat ini, petugas gabungan masih melakukan penyisiran di aliran Kali Jagir untuk mencari keberadaan pria tersebut. Identitas maupun motif aksinya masih belum diketahui.
"Kami menerima info bahwa sekitar jam 10 kurang tadi ada saksi mata melihat seorang pria yang lompat ke sungai Jagir kemudian kami kerahkan satu tim rescue dari Kantor SAR Surabaya menuju lokasi kejadian" kata Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit P. H.
Tim SAR gabungan terdiri dari Kantor SAR Surabaya, BPBD Kota Surabaya, Damkar, Kepolisian, PMI, dan relawan masih melakukan pencarian. Upaya pencarian dilakukan dengan menurunkan satu tim penyelam dan melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian dengan tiga perahu karet.