Sedihnya Ayah Tiara Korban Mutilasi Mojokerto saat Jenazah Dimakamkan
- Imron Saputra/Viva Jatim
Lamongan, VIVA Jatim – Isak tangis keluarga pecah saat menyambut kedatangan jenazah Tiara Angelina Saraswati atau TAS (25 tahun), korban mutilasi yang potongan tubuhnya ditemukan di Jurang Pacet, Mojokerto. Saat jenazah akan dimakamkan di Desa Made, Lamongan, ayah TAS, SD (51), bahkan sempat jatuh lemas.
Jenazah Korban tiba di Desa Made, Kabupaten Lamongan pada Selasa 9 September 2025, malam. Setibanya di rumah duka, jenazah dalam peti itu kemudian diturunkan. Keluarga yang menyaksikan terlihat histeris. Ayah korban bahkan sempat jatuh lemas karena tak kuasa menahan kesedihan.
Jenazah dibawa oleh mobil ambulans Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara di Porong, Sidoarjo. Jenazah lalu disalatkan di Masjid Masjid Nurul Yaqin dan dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Desa Made. Sanak keluarga dan ratusan warga turut mengiringi kepergian jenazah.
Kepala Desa Made, Eko Widianto, mengucapkan bela sungkawa dan apresiasi kepada semua pihak yang membantu, khususnya kepolisian yang berhasil mengungkap kasus pembunuhan sadis tersebut.
Eko berharap, peristiwa tragis yang terjadi itu menjadi perhatian, menjadi hikmah dan menjadi pembelajaran bagi seluruh masyarakat agar tidak ada lagi kejadian serupa.
"Kami mewakili keluarga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak, baik perawatan terhadap jenazah dan sebagainya. Mudah-mudahan ini tidak terjadi lagi. Terutama pendampingan antara orang tua dan anak serta lingkungan, ini yang harus jadi perhatian," pungkasnya.
Sementara itu, Kapolsek Lamongan, Kompol M Fadelan mengatakan, kedatangan jenazah TAS mendapat pengamanan dan perhatian khusus pihak kepolisian. Jenazah dikawal sampai ke rumah duka.
Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Fauzy Pratama mengatakan, potongan jasad TAS yang diserahkan kepada pihak keluarga sebanyak 500 buah.
Potongan jasad berupa tulang terdiri dari 23 pecahan rahang, 5 tulang vertebrae, 350 keping pecahan tulang pancang, 1 tulang punggung, 142 potong tengkorak dan tulang costae pertama belakang.
"Juga pecahan tulang panjang dengan total sejumlah 32 buah pecahan tulang dengan ukuran terpanjang 15 cm dan ukuran terpendek 4 cm," kata Fauzy.
TAS adalah korban mutilasi yang dilakukan oleh kekasihnya, Alvi Maulana atau AM (24), warga Sumatera Utara. Menurut keterangan Kepolisian Resor Mojokerto, keduanya sudah berpacaran sejak sama-sama kuliah di Universitas Trunojoyo Madura.