Pemkab Kediri Beri Bantuan Modal Usaha untuk Ratusan Guru Non ASN

Ratusan guru non ASN terima bantuan modal dari Pemkab Kediri.
Sumber :
  • Prokopim Pemkab Kediri

Kediri, VIVA Jatim – Kesejahteraan guru berstatus non Aparatur Sipil Negara (ASN) atau honorer menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri. Karena itu, Pemkab Kediri membuat program bantuan modal usaha untuk menopang ekonomi mereka.

img_title Buka Acara LBB, Mas Dhito Sampaikan Dua Pesan Penting untuk para Siswa

Kali ini, ada ratusan guru honorer mendapatkan bantuan modal usaha. Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito menerangkan, bantuan ini sebagai upaya untuk membangun kemandirian ekonomi.

Bukan hanya sebagai dorongan supaya berwirausaha, melainkan juga memberikan bantuan modal untuk pengembangan usaha. "Kita fokus guru non ASN, jadi guru-guru ini kita berikan perhatian ekstra," ujar Mas Dhito dalam keterangannya, Kamis, 11 September 2026.

img_title Mas Dhito Beri Beasiswa pada Pelajar Peraih Medali Emas LKS Nasional 2026

Mas Dhito mengatakan bahwa ada sebanyak 242 guru dan tenaga pendidikan yang telah memiliki usaha memperoleh bantuan langsung tunai (BLT) permodalan. Masing-masing guru honorer memperoleh Rp3 juta.

Perhatian Pemkab Kediri yang diberikan Mas Dhito untuk mereka bukan hanya bantuan modal. Semenjak kepemimpinannya di periode pertama, Mas Dhito juga telah mendistribusikan bantuan tambahan insentif kepada guru atau pun pegawai non ASN.

img_title Mas Dhito Minta Camat Awasi Perubahan Desil Warga agar Bantuan Tepat Sasaran

Dengan modal usaha yang diberikan kali ini, Mas Dhito mengingatkan supaya bantuan yang diterima benar-benar bisa dimanfaatkan sebagai modal pengembangan usaha yang telah dijalankan.

"Kita minta [bantuan ini] jangan digunakan untuk hal-hal yang sifatnya tidak substantif," pesannya.

Mereka yang mendapatkan bantuan permodalan memiliki usaha beragam, seperti membuka warung, jualan pakaian, toko kelontong, usaha kaki lima, jualan snack, atau pun jualan makanan di kantin.

Salah satu penerima bantuan modal yang berprofesi sebagai pengajar Taman Kanak-Kanak (TK), Binti Erfa Jumala, menerangkan bahwa dirinya sudah mengabdi menjadi guru selama 21 tahun.

Tak hanya menjadi guru, dia juga memperoleh usaha katering yang sudah berjalan lima tahun. Bantuan yang ia dapat rencananya digunakan untuk membeli peralatan oven tangkring.

"Sampai saat ini belum punya. Alhamdulillah senang sekali memperoleh bantuan (modal) ini. Mudah-mudahan usaha kami bisa berkembang dan lancar," beber guru dari Kecamatan Gampengrejo itu.