Banjir Bali bikin Bus Jurusan Surabaya-Denpasar dan Mataram Sepi Penumpang
- Ahaddiini HM/VIVA Jatim
Sidoarjo, VIVA Jatim – Banjir besar yang melanda Bali juga berdampak pada jumlah penumpang bus jurusan Surabaya-Bali dan Mataram. Jumlah penumpang menurun drastis sejak banjir meluapi beberapa kabupaten/kota di Pulau Dewata.
Banjir tersebut terjadi setelah hujan deras mengguyur sebagian daerah di Pulau Bali sejak Selasa, 9 September 2025. Berdasarkan laporan BNPB, ada 6 kabupaten/kota yang terdampak, yakni Denpasar, Jembrana, Gianyar, Klungkung, Badung, dan Tabanan.
Sepertinya, informasi banjir Bali yang tersiar luas menyebabkan banyak orang mengurungkan niat untuk bepergian ke Bali. Buktinya, jumlah penumpang bus jurusan Surabaya-Bali di Terminal Purabaya, Bungurasih, Sidoarjo (Terminal Bungurasih), menurun drastis.
"Sebelumnya bus jurusan Surabaya–Bali maupun Mataram selalu banyak penumpang, sekarang sepi, penurunan sampai separuhnya, 50 persen. Kalau hari biasanya masih ramai," kata pengurus armada PO Bus Angkasa, Hartono, Kamis, 11 September 2025.
Banjir Bali juga membuat biaya BBM bertambah karena harus melalui jalur alternatif untuk menghindari banjir. "Biasanya habis Rp1,3 juta, sekarang nambah sekitar Rp250 ribu karena harus memutar, jadi lebih jauh," ujar pengurus PO Bus Bali Perdana, Umar.
"Rute yang biasa kita lewat kawasan Negara [Jembrana], sekarang harus putar melalui Singaraja untuk hindari banjir. Dampaknya biaya operasional terutama bahan bakar ikut membengkak," ucapnya.
Sementara itu, Wakil Komandan Regu Satuan Pelayanan Terminal Purabaya Reza Noor mengungkapkan, trayek Surabaya-Bali tetap beroperasi normal meski ada penurunan akibat banjir yang terjadi di Bali.
"Setidaknya ada 10 armada yang melayani rute tersebut setiap harinya meski ada sedikit penurunan jumlah penumpang. Untuk trayek Bali sendiri masih berjalan sesuai jadwal," tandasnya.