Bus Rombongan RSBS Jember Kecelakaan di Bromo Bawa 52 Penumpang, 8 Tewas
- Istimewa
Probolinggo, VIVA Jatim – Bus rombongan karyawan Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS) Jember mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Sukapura, Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, pada Minggu, 14 September 2025. Akibatnya, 8 orang dilaporkan meninggal dunia.
Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) Komisaris Besar Polisi Iwan Saktiadi menjelaskan, berdasarkan data awal diterima, bus nahas tersebut membawa 52 penumpang. Dari jumlah itu, 8 orang di antaranya meninggal dunia.
"Sementara 44 [penumpang] lainnya masih dalam observasi medis. Rinciannya macam-macam, tapi keseluruhan mereka memerlukan perawatan,” kata Kombes Iwan Saktiadi dikonfirmasi wartawan.
Iwan menegaskan, pihaknya masih melakukan pendalaman di lokasi kejadian. Sejumlah korban luka telah dilarikan ke beberapa rumah sakit di Probolinggo.
"Untuk detail kami belum bisa sampaikan karena proses olah TKP masih berjalan,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Probolinggo Ajun Komisaris Polisi Safiq Jundhira mengungkapkan, informasi sementara yang dihimpun dari sopir dan sejumlah penumpang menyebutkan, bus sempat kehilangan kendali saat melaju di jalan menurun.
“Informasi sementara terkait dengan bus rem blong, namun hal itu masih perkiraan dari penumpang maupun dari driver,” ujarnya kepada wartawan.
Diduga kuat, kondisi rem yang tak berfungsi alias rem blong membuat bus melaju tanpa kendali. Kendaraan besar itu sempat menabrak pembatas jalan sebelum akhirnya menghantam pagar rumah warga.
“Bus ini menabrak pembatas jalan, lalu masih berjalan terus sampai pagar salah satu rumah warga. Saat menabrak pagar itulah bus baru berhenti,” jelas Safiq.
Seorang saksi mata juga menyebut adanya penumpang yang terlempar keluar dari badan bus saat benturan terjadi. Namun, polisi masih akan memastikan seluruh detail kejadian lewat olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi-saksi.
“Semua keterangan ini masih dugaan awal. Kepastian penyebab baru akan diketahui setelah proses penyelidikan lebih lanjut,” kata Safiq.
Sebelumnya, Direktur RSBS Jember Faida membenarkan bahwa bus yang mengalami kecelakaan di lereng Gunung Bromo adalah kaeyawan di RS-nya. Sebelum kecelakaan, kata dia, rombongan berwisata ke Gunung Bromo dalam rangka tasyakuran wisuda S1.