Disperindag Kabupaten Mojokerto Dorong Pemanfatan AI untuk Digitalisasi Bisnis UMKM
- M. Lutfi Hermansyah
Mojokerto, VIVA Jatim-Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mojokerto ingin para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk digitalisi bisnis.
Kepala Disperindag Kabupaten Mojokerto Noerhono mengatakan, pemanfaatan AI pada UMKM adalah sebuah keniscayaan. Dengan demikian, jika para pelaku bisnis tidak segera beradaptasi dengan teknologi ini, maka mereka akan tertinggal.
“Di sektor UMKM, kecerdasan artificial ini sangat dibutuhkan untuk naik kelas. Ini yang kami dorong," katanya, Senin, 15 September 2025.
Ia menjelaskan, AI bisa dimanfaatkan pelaku UMKM untuk banyak hal, seperti mempersiapkan bisnis, membuat logo, hingga profil bisnis.
Dengan memanfaatkan AI, ia menyebut, para pelaku UMKM bekerja dengan lebih efisien, dan salah satu dampaknya adalah menghasilkan produk yang jauh lebih murah. Karena teknologi AI bisa dimanfaatkan untuk banyak hal, seperti mempersiapkan bisnis, membuat logo, hingga profil bisnis.
Disperindag siap berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mewujudukan UMKM Kabupaten Mojokerto naik kelas. Salah satunya lewat pelatihan.
Seperti Artificial Intillegence Training untuk UMKM yang digelar oleh Gerakan Muda Majapahit (GMM) pada Kamis 11 September 2025 lalu. Dalam kegiatan ini, para pelaku UMKM dilatih membuat konten di media sosial dan praktik langsung cara menggunakan AI.
“Artificial Intillegence Training ini sangat bagus sekali dalam rangka pembinaan UMKM. Saya tadi sudah berbicara pada wakil rektor UNIM Majapahit bahwa kami siap berkolaborasi," ujar Noerhono.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada pelaku UMKM agar mampu mengembangkan usaha. Hal ini selaras dengan program prioritas Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa dalam mendongkrak ekonomi masyarakat melalui sektor UMKM.
“UMKM saat ini memang harus dibina dan harus terus berinovasi. Kami siap mendukung pelaku UMKM untuk berinovasi dan meningkatkan kualitas produk agar lebih kompetitif di pasar digital,” pungkas Noerhono.