Polda Jatim Olah TKP Tragedi Bus RSBS di Lereng Bromo dengan 3D, Apa Itu?
- Istimewa
Probolinggo, VIVA Jatim – Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Timur melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan bus rombongan karyawan Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS) Jember di jalur Bromo, Jalan Raya Sukapura, Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Minggu, 14 September 2025.
Dalam proses olah TKP itu, Tim Gakkum Ditlantas Polda Jatim bersama Satlantas Polres Probolinggo menggunakan alat 3D scanner.
Teknologi tersebut dipakai untuk menganalisis detail peristiwa kecelakaan maut yang menewaskan delapan orang.
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jatim, AKBP Septa Firmansyah, mengatakan ada sepuluh titik lokasi yang dipindai guna merekonstruksi kejadian.
“3D scanner digunakan untuk mengetahui kecepatan bus saat kejadian serta untuk memastikan penyebab kecelakaan,” jelasnya dikutip VIVA Jatim pada Selasa, 16 September 2025.
Menurut Septa, hasil pemindaian diperkirakan baru bisa keluar tiga hari ke depan. “Proses analisisnya relatif cepat karena kecelakaan ini tidak melibatkan banyak kendaraan,” tambahnya.
Sebelumnya diberitakan, bus pariwisata PO IND’S 88 bernomor polisi P 7221 UG yang membawa 52 karyawan RSBS Jember mengalami kecelakaan di jalur Bromo. Bus yang dikemudikan Albahri (57), warga Desa Gladak Pakem, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Probolinggo, itu diduga mengalami rem blong.
“Informasi sementara terkait bus rem blong masih berupa keterangan dari penumpang maupun sopir. Namun, penyebab pastinya menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut,” kata Kasat Lantas Polres Probolinggo, AKP Safiq Jundhira.