Polisi Bilang Bus yang Kecelakaan Maut di Bromo Laik Jalan, Lalu Apa Sebabnya?
- Mokhamad Dofir/Viva Jatim
Surabaya, VIVA Jatim – Penyelidikan kasus kecelakaan bus rombongan tenaga kesehatan RS Bina Sehat (RSBS) Jember yang menewaskan delapan orang di jalur Bromo, Probolinggo, terus berlanjut. Polisi masih mendalami musabab dan adakah pihak yang harus bertanggung jawab.
Direktur Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Jawa Timur, Komisaris Besar Polisi Iwan Saktiadi mengungkapkan, hingga saat ini sudah ada sembilan saksi yang diperiksa.
Mereka terdiri dari warga sekitar lokasi yang mendengar maupun melihat kejadian, serta sejumlah penumpang yang masih bisa dimintai keterangan.
“Jika ditanyakan potensi tersangkanya, tentunya hasil penyelidikan awal, hasil olah TKP [Tempat Kejadian Perkara] yang kami dapati, nanti akan kami gunakan untuk mengkonstruksikan proses penyelidikan tersebut dan menentukan siapa tersangka,” kata Iwan, Selasa, 16 September 2025.
Iwan menambahkan, kondisi sopir bus bernama Al-Bahri masih dalam perawatan medis karena mengalami retak pada tangan kirinya.
Sedangkan polisi belum bisa meminta keterangan lengkap lantaran harus menunggu rekomendasi dari tim dokter.
Sementara itu, terkait kondisi teknis kendaraan, hasil pemeriksaan sementara menunjukkan bus dalam status laik jalan berdasarkan dokumen resmi uji KIR.
Namun, polisi bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih menunggu pemeriksaan mendetail dari teknisi pabrikan Hino untuk memastikan sistem kelistrikan, kemudi, dan pengereman.
“Kami tidak bisa menyatakan rem tersebut mengalami blong atau tidak, kami masih menunggu dari hasil detail yang disampaikan teknis. Intinya laik jalan, dugaan awal kami bahwa perusahaan otobus sudah melakukan langkah-langkah maintenance yang tepat. Artinya seluruh kendaraan tersebut dirawat dengan baik hingga dinyatakan layak uji dengan dikeluarkan surat,” tegas Iwan.
Jika memang kondisi bus laik jalan, kenapa kendaraan jumbo itu melaju tak terkendali saat melintasi jalan menurun di Jalan Sukapura sehingga serupa alami rem blong? Apakah ada faktor lain yang jadi musabab? Polisi masih menunggu hasil penyelidikan.
Kecelakaan maut itu terjadi pada Minggu, 14 September 2025, di Jalan Raya Sukapura, Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo. Saat itu, bus melintasi jalan menurun di lereng Gunung Bromo. Bus yang membawa 52 penumpang itu mengalami rem blong, melaju tak terkendali dan baru berhenti setelah menghantam pembatas jalan dan tebing.