DPRD Jatim Kawal Operasi-Perawatan Balita Tanpa Anus Asal Bojonegoro
- VIVA Jatim/A Toriq A
Surabaya, VIVA Jatim – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Sri Wahyuni, mengaku lega setelah balita Nazril Izzan Khoirulloh, warga Desa Tapelan, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, selesai menjalani operasi di RSUD Dr Soetomo Surabaya, pada Jumat 12 September 2025 lalu dan kini sudah diperbolehkan pulang.
Nazril yang berusia dua tahun lima bulan, putra pasangan Mochammad Siswanto dan Juli Astutik, diketahui menderita Atresia Ani atau kelainan lahir tanpa anus.
"Sabtu sore, pasien sudah diperbolehkan pulang. Saya sempatkan untuk membesuk dan mendoakan agar segera diberikan kesembuhan, walaupun operasinya belum tuntas karena butuh beberapa tahap tindakan," kata Sri Wahyuni di Surabaya, Rabu, 17 September 2025.
Politisi Partai Demokrat ini menegaskan kesiapannya untuk terus mengawal hingga pasien sembuh. Ia menceritakan, laporan mengenai kondisi Nazril pertama kali diterimanya dari warga dapil Bojonegoro.
"Mendapat informasi tersebut saya langsung mengunjungi rumah keluarga pasien untuk mengetahui kronologi awalnya seperti apa. Setelah itu, saya mencoba menyambungkan dengan pihak RSUD Dr Soetomo. Alhamdulillah direspon dan Jumat kemarin dilakukan operasi pelebaran saluran kencing dan anus. Karena sebelumnya sudah pernah dilakukan operasi pembuatan anus," jelasnya.
Politisi yang akrab disapa Yuni ini menjelaskan, operasi Atresia Ani memang harus dilakukan secara bertahap. "Insyallah saya siap mengawal pasien," tegasnya.
Diketahui, Nazril sejak lahir tidak memiliki anus. Pada usia dua hari, ia sudah menjalani operasi besar di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro. Kemudian operasi kedua di Kediri saat berusia tiga bulan.
Namun, pascaoperasi kondisi Nazril semakin kompleks. Ia tidak bisa buang air kecil secara normal sehingga harus menggunakan kateter.
Selama dua tahun terakhir, Nazril bergantung pada alat tersebut dan beberapa kali menjalani operasi tambahan karena selang kateternya kerap terlepas.