Ada Belasan Siswa Keracunan, MBG di SMAN 2 Lamongan Dihentikan Sementara

Siswa korban diduga keracunan MBG di Lamongan.
Sumber :
  • Imron Saputra/Viva Jatim

Lamongan, VIVA Jatim – Pihak SMAN 2 Lamongan menghentikan sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada siswa sekolah tersebut. MBG Dihentikan setelah ada belasan siswa keracunan massal pada Rabu, 17 September 2025.

img_title Maling Kuras Isi Dapur SPPG di Mojokerto Ternyata Spesialis Bobol Sekolah dan Perkantoran

Hal itu disampaikan Kepala SMAN 2 Lamongan Sofyan Hadi. Kata dia, MBG dihentikan sementara, setidaknya sepekan ke depan, karena menunggu hasil uji laboratorium sampel makanan yang dibagikan ke siswa saat peristiwa keracunan terjadi.

Sofyan menegaskan, selama ini sejauh ini menu program MBG di SMAN 2 Lamongan dinilai sudah bersih dan layak untuk dikonsumsi. Pihaknya juga membantah adanya makanan yang dibagikan sudah basi atau tidak layak.

img_title Maling Kuras Isi Dapur SPPG di Mojokerto, Distribusi MBG Terhenti

"Saya tanya kepada anak-anak, untuk makanan yang kemarin sudah layak dan baik semuanya dan tidak ada makanan yang basi," kata Sofyan, Kamis 18 September 2025.

Sofyan menambahkan, usai kejadian belasan siswa yang mengalami keracunan itu, Dinkes sudah mengambil sampel air dan makanan. Untuk perkembangannya dirinya masih menunggu hasil uji laboratorium.

img_title Sudah 40 Hari Kapal Nelayan Entok tak Kunjung Ditemukan, Pencarian Kini Libatkan Keluarga ABK

"Untuk lingkungan sekolah SMAN 2 Lamongan selama ini bersih dan sehat dan kami juga akan menunggu hasil uji laboratorium sampel air dan makanan kantin yang diambil," terangnya.

Diberitakan sebelumnya, belasan siswa SMAN 2 Lamongan diduga mengalami keracunan masal pada Rabu 17 September 2025. Para siswa itu kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Islam (RSI) Nashrul Ummah untuk mendapatkan perawatan.

Guru SMAN 2 Lamongan, Anggraeni, mengatakan, peristiwa itu diketahui saat para pelajar mengeluhkan pusing, mual hingga muntah sekitar pukul 14.30 WIB. Setelah mendapatkan keluhan dari para murid pihak sekolah kemudian membawa mereka ke rumah sakit.

Sebelum mengalami keracunan, para siswa itu mengkonsumsi beragam makanan, termasuk jatah Makan Bergizi Gratis (MBG). "Mereka makan makanan beragam ketika ditanya, ada yang jajan ke kantin, koperasi, dan ada jatah dari MBG itu," katanya.

Dokter Rumah Sakit Islam Nashrul Ummah mengungkap, belasan pelajar SMA Negeri 2 Lamongan yang dirawat di rumah sakit itu karena mengalami keracunan usai menyantap MBG yang dibagikan.

Kepala Humas dan Pemasaran RS Islam Nashrul Ummah Lamongan, Irmayanti, mengatakan, siswa yang mengalami keracunan itu kini tengah dirawat untuk memulihkan kondisi tubuhnya.

Halaman Selanjutnya
img_title