Ini Penjelasan UGM terkait Field Trip ke Konsesi Tambang di Trenggalek
- Madchan Jazuli
Trenggalek, VIVA Jatim-Universitas Gadjah Mada (UGM) memberikan penjelasan terkait field trip atau studi lapangan ke lokasi konsesi tambang milik PT SMN yang dipersoalkan Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin.
Dekan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Selo mengungkapkan meskipun dirinya punya latar belakang pengetahuan atau informasi yang detail tentang itu, ia mengaku field trip bagian dari kegiatan persiapan seminar. Di mana peserta seminar diajak untuk melihat apa yang terjadi di lapangan.
"Field trip yang saya tahu hanya 1 jam, itu bukan kegiatan penelitian itu betul-betul hanya untuk melihat situasi hari itu. Bahkan sangat dimungkinkan melihat ketidakberesan itu justru akan diungkap, bukan kaitannya dengan pertambangan dan lain-lain," ujar Prof Selo dalam penjelasan tertulis yang diterima VIVA Jatim, Minggu, 21 September 2025.
Pria yang dikukuhkan Guru Besar bidang Teknik Elektro 2020 silam ini mengaku pertemuan dengan Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin atau yang kerap disapa Mas Ipin, pertama sebagai silaturahmi. Kemudian juga untuk menjalin hubungan baik antara Trenggalek dan Fakultas Teknik UGM.
"Saya sangat senang bahwa diskusinya sangat hangat dan beberapa kesepakatan untuk tindak lanjut kedepan sudah dibicarakan," bebernya.
Prof Selo menambahkan dalam waktu dekat dari Tim FT UGM akan ke Trenggalek untuk mempelajari tentang bagaimana potensi-potensi alam yang ada di sana. Sehingga bisa dimanfaatkan seluas-luasnya untuk masyarakat tanpa merusak lingkungan.
"Perlu kami sampaikan juga bahwa fakultas teknik ini sangat konsen juga pada keberlanjutan. Jadi lingkungan itu menjadi konsen kami," imbuhnya.
Alumnus Doctor of Philosophy bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi, University of Agder, Nowegia ini menerangkan wacana ke depan sudah dibicarakan bersama Bupati Trenggalek dan disepakati beberapa hal antara kedua belah pihak.
"Yang utamanya adalah konservasi jadi kita pada fokus konservasi," tegasnya.
Sementara itu, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin bersyukur bisa bertemu langsung dengan FT UGM. Diskusi berjalan hangat dan mengalir antara Mas Ipin dan civitas akademika UGM. Terlebih kala berbicara tentang konservasi dan pembangunan yang berkelanjutan.