Arena Sabung Ayam Diobrak-abrik Polisi di Mojokerto, Penyabung Kocar-kacir

Lokasi sabung ayam yang digerebek Polres Mojokerto Kota.
Sumber :
  • M Lutfi Hermansyah/Viva Jatim

Mojokerto, VIVA Jatim – Arena sabung ayam di Kecamatan Gedeg, Mojokerto, diobrak-abrik polisi. Sebanyak 5 orang beserta barang bukti diamankan.

img_title Terekam CCTV, Sejoli Komplotan Curanmor di Mojokerto Gasak Motor Pelajar SMA

Penggerebekan tersebut terjadi di Desa Sidoharjo, Kecamatan Gedeg, Mojokerto, pada Minggu, 21 September 2025 siang.

Kasi Humas Polres Mojokerto Kota Ipda Jirnawan mengatakan, penggerebakan berawal dari informasi yang diterima Polsek Gedeg terkait aktivitas judi sabung ayam di Desa Sidoharjo sekitar pukul 13.30 WIB.

img_title Polisi Ungkap Narkoba Varian Baru Masuk Jatim di Mojokerto, Harganya Fantastis

Setelah dipastikan kebenarannya, tim gabungan dari Polsek Gedeg dan Unit Resmob Satreskrim Polres Mojokerto Kota langsung melakukan penggerebekan.

Saat polisi tiba, para pelaku dan penonton dilaporkan kocar-kacir melarikan diri. Mereka meninggalkan sejumlah barang bukti di lokasi.

img_title Ayah di Mojokerto Cabuli Anak Tiri, Beraksi saat Korban Tidur Bersama Ibunya

Namun, sebanyak 5 orang yang diduga turut serta dalam aktivitas perjudian berhasil diamankan.

“Kami mengamankan 5 pelaku dan barang bukti terkait tindak perjudian sabung ayam,” kata Jirnawan, Senin, 22 September 2025.

Barang bukti yang diamankan di antaranya, 3 arena sabung ayam terbuat dari spon, 2 jam dinding, 18 ekor ayam dan 4 unit sepeda motor.

Bangunan semi permanen terbuat berbahan bambu dan terpal dibongkar satu persatu oleh petugas. Kemudian dibakar di lokasi.

Jirnawan menambahkan, saat ini kelima pelaku yang tertangkap dan semua barang bukti yang diamankan sudah dibawa ke Mapolres Mojokerto Kota untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Sekarang masih dalam salam proses pengembangan. Berdasarkan laporan masyarakat, aktivitas sabung ayam ini sudah berjalan sekitar 2-3 minggu. Masyarakat resah melihat banyak orang keluar masuk dan kemudian melaporkan ke Polsek Gedeg,” pungkasnya.