Usai Viral MBG Berulat, Kini Sejumlah Siswa SMK di Tuban Dilaporkan Keracunan

Siswa diduga keracunan MBG di Tuban dilarikan ke rumah sakit.
Sumber :
  • Imron Saputra/Viva Jatim

Tuban, VIVA Jatim – Heboh video ulat di makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Widang, Kabupaten Tuban, belum reda betul. Kini muncul kabar 5 siswa SMKN Paling dilaporkan dirawat di rumah sakit diduga karena keracunan MBG.

img_title Viral Remaja Putri di Tuban Jadi Korban Perundungan, Orang Tua Lapor Polisi

Isu ulat di MBG tersiar luas baru-baru ini. Dalam video terlihat ulat berada di tumpukan sayur berwarna hijau yang dimasak pada menu MBG yang dibagikan ke siswa. Belakangan diketahui itu terjadi di SDN Compreng, Kecamatan Widang.

Dalam rekaman yang terlihat menu MBG yang dibagikan para siswa itu berisi mie campur sayur sawi, potongan semangka, serta saus sambal kemasan.

img_title Berdampak Positif pada Ekonomi Mikro, Ratusan Masyarakat Dukung MBG Dilanjutkan

Menanggapi itu, Camat Widang Suwarno membenarkan hal itu. Suwarno menyebut ulat yang ditemukan kondisinya sudah dalam keadaan mati karena ikut terendam saat dimasak.

Tampakan layar video ulat di MBG Tuban.

Photo :
  • Istimewa

img_title Heboh Petani ke Sawah Naik Drone di Tuban, Ini Faktanya

Ulat pada MBG itu hanya ditemukan pada satu menu saja. Meski begitu, pihak kecamatan langsung mengganti menu makan program presiden itu dengan yang baru.

"Di SD dan menunya sudah diganti saat itu juga dan itu terjadi di stu menu MBG," kata Camat Widang Suwarno saat dikonfirmasi, Rabu 24 September 2025.

Di sekolah lain, sebanyak 5 siswa SMK Negeri (SMKN) Palang terpaksa dilarikan ke RSUD Koesma Tuban karena diduga keracunan menu MBG yang dibagikan.

Sebelum dibawa ke rumah sakit, para siswa SMK itu juga sempat dirawat di puskesmas setempat. Namun, para siswa itu kemudian dirujuk ke rumah sakit menggunakan empat ambulans.

Keluarga siswa SMK berinisial SKN, Dwi Kartiningsih, mengatakan, ia mengetahui jika keponakanya mengalami keracunan setelah dihubungi bidan Puskesmas Palang. Ia diberitahu keponakannya keracunan MBG.

Dwi menjelaskan, kronologi keracunan makanan MBG itu bermula saat 203 porsi menu makan MBG tiba di sekolah sekitar pukul 09.30 Wib. Kemudian pukul 11.50 WIB MBG dibagikan ke siswa dan dimakan.

"Setelah menu MBG dimakan, baru pukul 13.00 WIB, 3 siswi merasa mual dan sesak napas setelah menyantap menu nasi goreng MBG yang dibagikan," terangnya.

Setelah itu, siswa yang mengalami keracunan dibawa ke puskesmas. Setelah itu, sekitar pukul 13.30 dua orang siswa mengalami gejala serupa hingga mereka dilarikan ke rumah sakit.

Halaman Selanjutnya
img_title