Hasil Uji Lab: Kasus Keracunan Makanan Siswa SMAN 2 Lamongan Bukan dari MBG
- Imron Saputra/Viva Jatim
Lamongan, VIVA Jatim-Hasil uji lab kasus dugaan keracunan belasan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Lamongan akhirnya keluar.
Hasil uji di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya itu menunjukkan jika penyebab belasan siswa keracunan bukan berasal dari menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan.
Kepala SPPG Jetis, Lamongan, Ainun Nadifah Fajrin mengatakan, pengujian itu dilakukan terhadap semua jenis makanan yang dimakan oleh para siswa, seperti telur rebus, cakwe, soto dan ayam suwir yang dibagikan.
Selain itu, Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya juga menguji sampel muntahan dari siswa.
"Hasil uji di laboratorium itu bukan dari MBG setelah sampel makanan dan sisa makanan dari sekolah serta muntahan siswa semua menunjukkan negatif," kata Ainun.
Ainun menyebut, penyebab belasan siswa keracunan dan mengalami gejala mual, pusing hingga muntah tersebut tidak ada keterkaitan dengan menu MBG yang hari itu dibagikan kepada para siswa.
Sebelumnya diberitakan, belasan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Lamongan diduga mengalami keracunan masal, pada Rabu 17 September 2025. Para siswa itu, kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Islam (RSI) Nashrul Ummah untuk mendapatkan perawatan.