Sulitnya Evakuasi 4 Santri Korban Musala Ambruk di Ponpes Al Khoziny Buduran Sidoarjo
- Ahaddiini HM/VIVA Jatim
Sidoarjo, VIVA Jatim – Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 4 santri korban bangunan 3 lantai di Ponpes Al Khoziny Buduran, Sidoarjo, yang ambruk pada Senin, 29 September 2025, sekitar pukul 15.00 WIB. Keempat korban berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup.
Proses evakuasi sulit dilakukan sehingga membutuhkan waktu lama. Kesulitan terjadi karena struktur beton yang ambruk menutup akses pencarian sehingga menyulitkan tim SAR dalam mengevakuasi para santri yang terjebak reruntuhan.
Instruktur SAR Kantor SAR Surabaya, Johan Saptadi menyampaikan, proses evakuasi dilakukan secara manual karena penggunaan alat berat seperti ekskavator dinilai tidak memungkinkan dalam operasi penyelamatan ini.
"Kalau dipaksakan pakai alat berat, beresiko bangunan lain ikut runtuh. Itu bisa membahayakan keselamatan tim maupun korban yang masih berada di dalam reruntuhan," terangnya.
Sementara itu, Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya sudah mengevakuasi empat korban dari reruntuhan bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny yang ambruk.
"Sudah terevakuasi empat orang," ungkapnya.
Ia menyampaikan, berdasarkan keterangan Tim SAR, kondisi empat korban saat dievakuasi masih dalam keadaan selamat dan langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapat penanganan lebih lanjut.
Nanang menambahkan, proses evakuasi saat ini fokus terhadap korban-korban yang masih hidup sehingga diperlukan sikap hati-hati karena kondisi bangunan yang runtuh saat ini kemiringannya berpotensi runtuh kembali.
Dia mengatakan, data total jumlah korban belum bisa bisa dipastikan, mengingat proses evakuasi masih dilakukan. "Data final belum bisa disampaikan karena situasi masih tanggap darurat," katanya.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Jules Abraham Abast mengatakan bahwa untuk sementara data terhimpun sebanyak 79 santri jadi korban peristiwa tersebut. Satu orang di antaranya meninggal dunia.
"79 [korban] itu terbagi di dua RS, RS Siti Hajar ada 45 korban, kemudian RSUD Sidoarjo ada 34. Jadi secara keseluruhan 79 korban,” kata Kombes Jules pada Senin, 29 September 2025, malam.
Diberitakan sebelumnya, Gedung musala dua lantai di asrama putra Pondok Pesantren Al Khoziny Buduran, Kabupaten Sidoarjo, roboh pada Senin, 29 September 2025. Gedung tersebut ambruk saat para santri melaksanakan salat Asar berjemaah.