Tahu Musala Ponpes Al Khoziny Buduran Ambruk, Khofifah Buru-buru Pulang dari Palembang

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa
Sumber :
  • Pemprov Jatim

Surabaya, VIVA JatimGubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bergegas pulang dari kegiatan misi dagang di Palembang, Sumatera Selatan, setelah menerima informasi ambruknya bangunan musala berlantai 3 di Ponpes Al Khoziny Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Senin, 29 September 2025.

img_title Khofifah Lantik Aftabuddin Sebagai Kepala Dinas ESDM Jatim Definitif

Hal itu disampaikan Khofifah di akun Insragramnya, @khofifah.ip. "Saya yang hari ini berada di Palembang dalam rangka misi dagang, mempercepat kepulangan dan malam ini insyaAllah langsung menuju ke lokasi kejadian," tulis Khofifah.

Kata Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU itu, semua prihatin atas musibah tersebut. "Mari kita panjatkan doa bersama, semoga seluruh korban ditemukan dalam keadaan selamat," pesan Khofifah.

img_title Mentrans dan Wagub Jatim Resmikan FYC Fest Surabaya 2026, Perkuat Kolaborasi Ekosistem Digital

Khofifah menyampaikan, pihaknya langsung berkoordinasi sejak sore dengan Wagub Jatim Emil Dardak, Sekda, BPBD, dan Dinsos Pemprov Jatim untuk mempercepat penanganan musibah tersebut. Wagub Jatim sendiri sudah di lokasi memantau evakuasi korban.

Bangunan 3 lantai di Ponpes Al Khoziny Buduran Sidoarjo ambruk.

Photo :
  • Ahaddiini HM/VIVA Jatim

img_title Demokrat Jatim Kian Solid, DPC Surabaya Dukung Emil Dardak Pertahankan Komposisi KSB

Diberitakan sebelumnya, Gedung musala tiga lantai di asrama putra Pondok Pesantren Al Khoziny Buduran, Kabupaten Sidoarjo, roboh pada Senin, 29 September 2025. Gedung tersebut ambruk saat para santri melaksanakan salat Asar berjemaah.

Salah satu santri pesantren tersebut, Wahid, mengatakan, bangunan tersebut memang sedang dalam tahap pembangunan. Tapi sudah bisa digunakan. Saat peristiwa terjadi, para santri melaksanakan salat Asar berjemaah.

"Pas masuk rakaat kedua, bagian ujung musala ambruk, terus merembet ke bagian lainnya gedung," ucapnya.

Sementara ini, santri yang menjadi korban peristiwa tersebut sebanyak 79 orang, satu di antaranya meninggal dunia.

"79 [korban] itu terbagi di dua RS, RS Siti Hajar ada 45 korban, kemudian RSUD Sidoarjo ada 34. Jadi secara keseluruhan 79 korban,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Namun, bisa jadi jumlah korban bertambah, mengingat tim SAR gabungan masih melakukan pencarian dan evakuasi korban yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan.

"Data final belum bisa disampaikan karena situasi masih tanggap darurat," kata Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit.

Sejauh ini, baru empat korban yang berhasil dievakuasi dari bawah reruntuhan. Keempat korban ditemukan dalam kondisi selamat dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Hingga berita ini selesai ditulis pada Senin malam, proses pencarian dan evakuasi korban masih berlangsung.