Korban Musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Ambruk Bertambah, 38 Masih Dicari

Petugas mengevakuasi korban bangunan Ponpes Al Khoziny Buduran ambruk.
Sumber :
  • Ahaddiini HM/VIVA Jatim

Sidoarjo, VIVA Jatim – Jumlah korban ambruknya bangunan musala di Ponpes Al Khoziny bertambah menjadi 102 orang. Sementara 38 santri diduga masih terjebak di bawah reruntuhan dan dalam proses pencarian dan evakuasi.

img_title Polda Jatim Turun Tangan Kejar Pembunuh Sekretaris DPRKP Bangkalan

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam Keterangannya menjelaskan, hingga Selasa, 30 September 2025, pagi, korban yang berhasil dievakuasi sebanyak 102 orang.

Rinciannya, 91 orang melakukan evakuasi mandiri dan 11 orang dibantu oleh tim SAR gabungan. "Adapun satu dari 11 jiwa yang dibantu evakuasi oleh tim SAR gabungan ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa," jelas Muhari dalam keterangannya.

img_title Polresta Sidoarjo Tebar 3 Ton Beras untuk Warga yang Membutuhkan di Hari Bhayangkara ke-80

Dia juga menyebut diduga masih ada puluhan santri yang terjebak di bawah reruntuhan dan proses evakuasi. "Tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap 38 orang yang dilaporkan belum ditemukan dan diduga terjebak dalam reruntuhan."

Diberitakan sebelumnya, Gedung musala tiga lantai di asrama putra Pondok Pesantren Al Khoziny Buduran, Kabupaten Sidoarjo, roboh pada Senin, 29 September 2025. Gedung tersebut ambruk saat para santri melaksanakan salat Asar berjemaah.

img_title 80 Kades Terpilih di Sidoarjo Resmi Dilantik, 63 Wajah Baru

Salah satu santri pesantren tersebut, Wahid, mengatakan, bangunan tersebut memang sedang dalam tahap pembangunan. Tapi sudah bisa digunakan. Saat peristiwa terjadi, para santri melaksanakan salat Asar berjemaah.

"Pas masuk rakaat kedua, bagian ujung musala ambruk, terus merembet ke bagian lainnya gedung," ucapnya.

Pengasuh Ponpes Al Khoziny Buduran, Kabupaten Sidoarjo, KHR Abdus Salam Mujib, menjelaskan, bangunan yang ambruk itu adalah bangunan baru dan masih dalam tahap pengerjaan. Bangunan diproyeksikan tiga lantai.

"Pembangunan ini sudah dilakukan kurang lebih 9 bulan sudah selesai," katanya kepada wartawan.

Karena masih tahap pembangunan, papar Kiai Abdus Salam, bangunan tersebut belum resmi digunakan. Rencananya, lantai 1 akan digunakan sebagai musala, sementara lantai 2 dan 3 untuk kegiatan santri.

Di hari musibah terjadi, pengecoran terakhir di lantai 3 dilakukan pada sejak Senin pagi. "Saya kira siang sudah selesai. Waktu kejadian tidak ada orang [pekerja]. Kemungkinan penopangnya tidak kuat [lalu ambruk]," ujarnya.