Bantu Evakuasi Korban Musala Ponpes Al Khoziny Ambruk, Pemkot Surabaya Kirim Mobil Khusus

Mobil Heavy Duty Rescue Pemkot Surabaya.
Sumber :
  • Mokhamad Dofir/Viva Jatim

Surabaya, VIVA Jatim – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengirim peralatan khusus berteknologi tinggi untuk mempercepat proses penyelamatan korban ambruknya Ponpes Al Khoziny Buduran, Sidoarjo. Salah satu yang menjadi andalan adalah mobil Heavy Duty Rescue milik Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya.

img_title Diserahkan ke Lanudal Juanda, Taman Pintar Juanda JAPFA Diharapkan Jadi Ruang Edukasi

Kepala Bidang Pemadaman DPKP Kota Surabaya, Wasis Sutikno, mengatakan kendaraan tangguh ini dilengkapi beragam perlengkapan penyelamatan yang sangat dibutuhkan di medan sulit. Dua unit yang dikirim, yakni mobil Heavy Duty Rescue dan Ranger.

“Kekuatan 10 personel [juga dikirim]. Peralatan yang dibawa antara lain search camera, life detective, wall shoring untuk menahan reruntuhan, hingga alat ekstrikasi seperti cutter spreader dan strong arm,” kata Wasid, Selasa, 30 September 2025.

img_title Polda Jatim Turun Tangan Kejar Pembunuh Sekretaris DPRKP Bangkalan

Meski dilengkapi peralatan canggih, upaya penyelamatan bukan berarti tanpa tantangan. Menurut Wasis, kondisi medan yang cukup sempit hingga struktur bangunan yang kurang stabil menyulitkan proses evakuasi korban.

Selain DPKP, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya juga mengirimkan dukungan personel secara penuh. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Surabaya, Linda Novanti menyebutkan, total ada 20 personel yang dikerahkan.

img_title Pemkot Surabaya Siapkan Mini Bozem di Exit Tol untuk Atasi Genangan Kawasan Margomulyo

"Satu regu berisi 10 orang diberangkatkan tadi malam, kemudian ditambah satu regu lagi pagi ini," katanya.

Dengan kombinasi Heavy Duty Rescue dan puluhan personel terlatih, Pemkot Surabaya berharap operasi penyelamatan dapat berlangsung lebih cepat sekaligus aman.

Duka menyelimuti keluarga besar Ponpes Al Khoziny Buduran, Sidoarjo. Pada Senin, 29 September 2025, bangunan tiga lantai yang tengah dibangun ambruk dan menimpa lebih dari seratus santri. Saat itu, para santri tengah melaksanakan salat Asar berjemaah di lantai 1.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam Keterangannya menjelaskan, hingga Selasa, 30 September 2025, pagi, korban yang berhasil dievakuasi sebanyak 102 orang. Sebanyak 3 orang di antaranya meninggal dunia.

Dia juga menyebut diduga masih ada puluhan santri yang terjebak di bawah reruntuhan dan dan masih dalam proses evakuasi. "Tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap 38 orang yang dilaporkan belum ditemukan dan diduga terjebak dalam reruntuhan."